SULTENG RAYA- Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Palu tengah menjalani proses Evaluasi Lapangan oleh Tim Evaluator dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti).

Kegiatan ini melibatkan sejumlah lembaga strategis, di antaranya Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan (LAM PT-Kes), Konsil Kedokteran Indonesia (KKI), Asosiasi Rumah Sakit Pendidikan Indonesia (ARSPI), Asosiasi Institusi Pendidikan Dokter Indonesia (AIPKI), serta perwakilan Direktorat Kelembagaan Kemenristekdikti dan LLDIKTI Wilayah XVI.

Evaluasi berlangsung selama tiga hari, 27–29 Agustus 2025, dengan fokus pada penilaian kesiapan Unismuh Palu membuka Program Studi Kedokteran, mulai dari fasilitas, kurikulum, hingga sumber daya dosen.

Tim evaluator terdiri atas delapan orang, yakni Dr. Soetrisno Soemardjo, MA (LAM PT-Kes), drg. Ariyanti Anaya, M.KM (KKI), dr. Wahyuningsi Attas, Sp.An., KIC., MARS (ARSPI), Dr. dr. Maftuchah Rochmanti, M.Kes (AIPKI), dr. Liliana Sugiharto, M.S., PAK (Unika Atmajaya), Dr. dr. Fen Tih., M.Kes (Universitas Katolik Maranatha), serta Lingga Kresna Adiputra dari Direktorat Kelembagaan Kemenristekdikti dan Munawir Sadzali Razak, S.IP., M.A dari LLDIKTI XVI.

Dalam sambutannya, Lingga Kresna Adiputra menyampaikan bahwa Indonesia saat ini menghadapi kesenjangan besar antara jumlah dokter dan jumlah penduduk. Berdasarkan standar World Health Organization (WHO), rasio ideal dokter adalah 1:1.000, namun kenyataannya Indonesia masih jauh dari angka tersebut, ditambah distribusi dokter yang masih terpusat di Pulau Jawa.

“Dengan dibukanya sejumlah fakultas kedokteran di luar Jawa, termasuk Unismuh Palu, tentu akan membantu mengatasi kesenjangan jumlah maupun distribusi dokter. Namun kualitas harus tetap sesuai standar nasional. Masalah kualitas jangan sampai diefisiensikan,” tegas Lingga.

Ia juga memastikan SK izin pembukaan Prodi Kedokteran Unismuh Palu dapat diterbitkan apabila seluruh persyaratan terpenuhi. Jika masih ada kekurangan dari hasil evaluasi lapangan, pihak kampus akan diberi waktu dua minggu untuk menindaklanjuti.

Sementara itu, Kepala LLDIKTI Wilayah XVI, Munawir Sadzali Razak, menyatakan dukungan penuh atas langkah Unismuh Palu membuka Prodi Kedokteran. Menurutnya, kebutuhan tenaga dokter di Sulawesi Tengah masih sangat tinggi, sementara dua perguruan tinggi yang telah memiliki Prodi Kedokteran belum mampu mencukupi.

“Unismuh Palu sudah sangat layak. Selain akreditasinya Baik Sekali, juga punya jaringan nasional Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA). Dengan dukungan SDM dan jaringan ini, kualitasnya tidak diragukan,” kata Munawir.

Rektor Unismuh Palu, Prof. Dr. H. Rajindra, SE., MM, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang memberikan dukungan. Ia menegaskan, pembukaan Prodi Kedokteran merupakan kebutuhan mendesak di Sulawesi Tengah, di mana saat ini jumlah dokter masih minim dan sebarannya tidak merata.

“Dengan jumlah penduduk 3,15 juta jiwa, Sulawesi Tengah hanya memiliki sekitar 1.985 dokter. Bahkan masih ada puskesmas tanpa tenaga dokter. Inilah alasan utama kami membuka Prodi Kedokteran, agar kebutuhan tenaga dokter bisa terpenuhi,” jelas Prof. Rajindra.

Besar harapan kata Prof Rajindra, melalui Evaluasi Lapangan ini SK yang diharapkan itu dapat segera terbit. ENG