“Kita dianugerahi keindahan alam, keberagaman budaya, dan kekayaan tradisi yang menjadi daya tarik tersendiri. Namun, potensi ini tidak akan optimal tanpa dukungan ekosistem event yang kreatif, terorganisir, dan berdampak positif bagi masyarakat,” ungkap Kadis.

Oleh karena itu, lanjut Ridwan, pendampingan event menjadi sangat penting. Bukan hanya sekadar pelatihan teknis, tetapi juga sebagai ruang berbagi pengetahuan, memperkuat jejaring antar pelaku, serta membangun kesadaran bersama akan pentingnya penyelenggaraan event yang sustainable baik dari sisi sosial, ekonomi, maupun lingkungan.

Melalui workshop ini, Ridwan berharap akan lahir gagasan-gagasan inovatif, peningkatan kualitas SDM penyelenggara event, dan munculnya kolaborasi lintas sektor yang solid.

“Kita ingin Kota Palu dikenal bukan hanya sebagai kota yang indah, tapi juga sebagai Kota Kreatif dan Destinasi—tempat di mana budaya, inovasi, dan pariwisata bertemu dalam harmoni,” kata dia.

Ia mengajak para peserta untuk menjadikan momentum ini sebagai langkah awal mewujudkan ekosistem event yang lebih profesional, inklusif, dan berdampak jangka panjang.

“Mari kita bersama-sama mengangkat derajat pariwisata Kota Palu melalui kerja nyata dan inovasi yang berkelanjutan,” ajaknya.ABS