Oleh: FERY
(Ketua LDK PW Muhammadiyah Sulteng)
SEBENTAR lagi kita Umat Islam di seluruh dunia akan memasuki fase baru dalam tingkatan tertinggi keimanannya yaitu Ketaqwaan dan Kesyukuran kepada Allah SWT. Betapa tidak, Ibadah Puasa yang dikerjakan 30 hari selama bulan Ramadan ini, sejatinya telah membersihkan jiwa manusia, yang dengan itu seakan-akan dirinya terlahir kembali tanpa dosa sebagaimana seorang bayi. Al-Bukhari meriwayatkan hadis yang berbunyi, “Barangsiapa berpuasa Ramadan atas dasar iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosanya yang telah lalu akan diampuni.”
Dengan demikian, di hari yang Fitrah 1 Syawal nanti, umat Islam yang beriman kepada Allah SWT adalah mereka yang hati dan jiwanya telah bersih. Ibarat sebuah angka, bahwa bulan Ramadan ditempatkan pada bulan kesembilan, sehingga setelah angka sembilan, maka setiap angka akan kembali lagi ke angka Nol.
Memulai lagi dari awal, untuk mengisi hari-hari berikutnya selama 11 bulan untuk dipertemukan dengan Ramadan berikutnya. Maka keberuntungan akan menyertai mereka yang benar-benar menjaga ramadannya. Seolah-olah 11 bulan berikutnya adalah tetap bulan ramadan, karena madrasah Ramadan telah masuk dalam jiwanya dan jiwanya adalah Ramadan itu sendiri.