Selain itu pengetahuan tentang TB-MDR memungkinkan pasien paham bahwa penyakitnya dapat disembuhkan dengan berobat secara teratur sesuai instruksi yang diberikan. Pasien yang mengalami efek samping obat mengambil tindakan untuk berhenti berobat yang menyebabkan kekebalan ganda kuman TB terhadap obat anti TB (multidrug resistance) . Banyaknya efek samping serta waktu yang lama mempengaruhi angka keberhasilan pengobatan pada pasien TB-MDR. Efek samping yang paling banyak terjadi pasca pemberian paduan OAT adalah gangguan gastrointestinal seperti mual, muntah, dan rasa tidak nyaman pada ulu hati terutama pada minggu-minggu awal pengobatan.
Penyakit tuberculosis masih menjadi trending global dan nasional sampai hari ini, oleh karena itu perlu adanya kolaborasi lintas sektor untuk menekan kasus TB-MDR, mulai dari Pemerintah, Petugas Kesehatan dan Masyarakat itu sendiri dan yang paling penting perlu adanya Pengawas Minum Obat (PMO) yang bertugas memantau pasien tuberculosis di masa pengobatan agar obat yang dikonsumsi bekerja dengan baik dan tepat sehingga pasien yang mengidap penyakit tuberculosis dapat terhindar dari resistensi obat (TB-MDR).
*) Penulis adalah Mahasiswa Pascasarjana Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Palu