SULTENG RAYA – Terus mengupayakan memberikan program pembinaan yang bermutu, Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II memberikan pelatihan keterampilan cuci kendaraan bermotor guna mendukung tumbuh kembang bagi seluruh anak binaan, Selasa (19/12/2023) pagi.

Berlokasi di halaman kantor LPKA Palu, kegiatan tersebut diawasi langsung oleh Kepala Seksi (Kasi) Pembinaan, Ida Bagus, Kepala Subseksi Administrasi Pengawasan dan Penegakan Disiplin (Kasie Adm. Wasgakin), Herry Purwono, staf pembinaan, staf pengawasan dan empat orang anak binaan yang menjadi peserta pelatihan.

Menurut Ida Bagus, kegiatan tersebut merupakan kolaborasi antara seksi pembinaan dan seksi pengawasan dalam mewujudkan generasi cerdas, berkarakter ahlak mulia dalam pengembangan potensi bakat  yang perlu adanya dukungan dan dorongan serta pendampingan.

“Pelatihan Keterampilan sangat penting untuk setiap anak, tentunya dalam meningkatkan kemampuan dan pengembangan potensi mereka perlu dibekali pelatihan-pelatihan seperti ini,” ucap Ida Bagus.

Merujuk pedoman perlakuan anak, setiap anak yang berada di dalam LPKA tidaklah dibenarkan untuk diberikan atau diperintahkan untuk bekerja, melainkan diberikan pelatihan keterampilan agar ketika telah mencakup usia dewasa, mereka dapat mengimplementasikan ilmu yang berasal dari pelatihan-pelatihan yang telah dibekali di LPKA.

Dalam hal ini anak binaan diberikan pelatihan keterampilan pencucian kendaraan bermotor dan merawat kendaraan dengan baik. Tentu saja hal tersebut telah melalui unsur-usur penilaian dari para Wali/Pengasuh Pemasyarakatan dan mendapatkan rekomendasi dari hasil Penelitian Kemasyarakan (Litmas) Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Palu serta diputuskan melalui sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP) dalam menentukan keterampilan yang diberikan.

Salin itu, Ida Bagus menambahkan dalam mencapai tujuan tersebut perlu adanya proses dan kerja keras serta dukungan dari berbagai pihak. “Tentu saja kami memberikan pelatihan yang merujuk pada hasil assessment minat bakat, rekomendasi hasil Litmas Bapas, dan akhirnya diputuskan melalui sidang TPP. Semua itu tidak terlepas dari dukungan beberapa pihak, mari bersama untuk terus berkolaborasi dalam mewujudkan anak yang berprestasi,” ajaknya.

Sementara, Kepala LPKA Palu menegaskan kepada seluruh jajarannya untuk tetap menerapkan SOP atau aturan tentang anak sebagaimana berdasarkan Undang-Undang tertera jelas anak tidak boleh dipekerjakan.

Ia berharap, dari komitmen bersama ini, para anak binaan dapat menerima manfaat dari pelatihan keterampilan yang di berikan selama menjalani proses pembinaan di LPKA Palu serta dapat mengimplementasikannnya di masyarakat nanti.

“Anak-anaku sekalian, kalian adalah anak hebat, calon generasi bangsa, semoga keluar dari sini kalian sudah siap untuk menjadi kader-kader yang dapat memajukan daerah dan tentunya menuju Indonesia maju,” jelasnya. */YAT