RAYA – Perusahaan Umum Kantor Wilayah Sulawesi Tengah resmi mendatangkan stok impor langsung dari sebanyak 4.794 ton untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang Natal dan Tahun Baru 2024.

Pelaksanaan pembongkaran stok dilakukan di Pelabuhan Pantoloan, dihadiri sejumlah pejabat dari , Forkopimda, dan Satuan Kerja (Satker) lintas Kementerian, Ahad (19/11/2023).

Pemimpin Wilayah (Pimwil) Bulog Kanwil Sulteng, Heriswan, mengatakan, besaran stok yang didatangkan merupakan tahap pertama. Sebab, jumlah permintaan rencananya sebanyak  20.000 ton dan akan diangkut secara berkala.

“Ini akan memenuhi kebutuhan beras di Sulawesi Tengah, sebagai antisipasi kalau nanti ada kelangkaan beras menjelang Natal dan Tahun Baru 2024. Saat ini stok yang kita miliki di gudang sebanyak 5.000 ton, ditambah stok impor ini maka ketahanan pangan makin kuat,” kata Heriswan kepada sejumlah awak wartawan.

Dengan demikian, kata dia, pihaknya bakal makin berkomitmen bersama-sama Pemda Sulteng memberikan akses kepada masyarakat untuk mendapat beras dengan harga terjangkau dan kualitas yang baik.

“Alokasi di Desember lebih kurang 2.400 ton, sisanya akan kita gunakan untuk dari Pemda, kebutuhan stabilisasi harga SPHP. Kita juga akan memenuhi kebutuhan cabang-cabang Bulog di Sulteng,” ucapnya.

tak berhenti memenuhi ketahanan stok pangannya, Pimwil Heriswan mengatakan, jika ada panen dalam waktu dekat, pihaknya tidak akan segan menyerap hasil produksi dalam daerah.

Sementara itu, Kapala Bidang Perdagangan Dalam Negeri, Disperindag Sulteng, Doni Iwan Setiawan, mengatakan, Pemprov Sulteng mengapresiasi upaya Bulog Sulteng. Pihaknya melalui Disperindag akan senantiasa membersamai Bulog dalam distribusi dan menjaga ketersediaan beras di pasar.

“Kami bersyukur dengan datangnya stok impor ini, yang pasti akan menambah ketahanan pangan kita di Sulteng. Jadi, diperkirakan sampai akhir tahun kondisi beras kita aman, kami akan memastikan proses distribusi sampai ke gudang agar lancar dan aman, kami juga memastikan untuk kebutuhan solar dan bahan bakar kendaraan transpot ini tercukupi selama lebih kurang delapan hari kedepan,” katanya.

Dikatakannya, dengan datangnya stok beras impor itu, akan mempengaruhi psikologi pasar hingga konsumen. “Sehingga harga terkontrol dan masyarakat bisa lebih tenang,” katanya.

Senada, Kepala Bea Cukai Pantoloan, Krisna Wardhana, mengatakan, Bea Cukai memfasilitasi kemudahan pelayanan untuk distibusi stok beras impor itu. Sebab, kata dia, ketahanan pangan daerah juga menjadi tanggungjawab bersama.

“Ini menjadi atensi kami juga, karena untuk ketahanan pangan, kami juga memiliki perhatian lebih, mempercepat pelayanan. Mudah-mudahan untuk impor berikutnya sudah lebih lancar, ini masih proses pemeriksaan dari Bea Cukai dan satker lain yang berkepentingan,” katanya.

Sementara itu, Kasubdit Indag Polda, Kompol. Andi Saiful Arif, mengatakan, pihaknya selaku pengawas yang tergabung dalam Satgas Pangan akan berupaya mengawasi agar stok tersebut sesuai peruntukkan.

“Sebagai pengawas kita ingin memastikan distribusinya lancar ya, bahwa tidak ke spekulan-spekulan, jadi langsung ke pasar dan Bulog,” katanya. RHT