SULTENG RAYA – Kabupaten Parigi Moutong (Parmout) Kembali dipercaya menggelar dua iven olahraga berskala nasional yakni Kejuaraan Antar Kampung (Tarkam) yang akan digelar 8-12 Oktober 2024 dan Festival Olahraga Tradisional Nasional (Fortradnas) yang akan digelar tahun 2024 mendatang.

Tarkam yang merupakan program baru dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) yang bertujuan sebagai ajang pencarian bakat potensi atlet, ajang silaturahmi sekaligus bertujuan untuk menggerakkan ekonomi masyarakat.

Tarkam hanya dilaksanakan di satu kabupaten/kota di 32 provinsi. Kabupaten Parigi Moutong ditunjuk oleh Kemenpora sebagai penyelenggara Tarkam di Provinsi Sulawesi Tengah yang mempertandingkan/melombakan empat cabang olah raga yakni, atletik, bola voli, bulutangkis dan tenis meja. Pembukaan kegiatan tersebut rencananya akan dihadiri oleh , Ario Bimo Nandito Ariotedjo.

Terkait hal itu, Bupati Parigi Moutong, Samsurizal Tombolotutu telah menggelar rapat persiapan bersama Sekda, pimpinan OPD, Ketua dan KORMI Kabupaten Parigi Moutong serta para camat se-Kabupaten Parigi Moutong di rumah jabatan bupati, Selasa (5/9/2023).

Samsurizal berharap, semua pihak terlibat aktif selama persiapan hingga penyelenggaraan iven tersebut.

“Parigi Moutong dipercayakan oleh Kemenpora untuk menggelar Kejuaraan Tarkam, maka suka atau tidak suka, kita tetap siap menggelar kegiatan tersebut di bulan Oktober 2023,” ujarnya.

Lanjut Bupati Samsurizal, untuk venue yang digunakan yaitu adalah Gelanggang Olahraga (GOR) Tombolotutu untuk cabang olahraga bola voli, lapangan sepakbola disamping GOR Tombolotutu untuk cabang olahraga atletik, aula Kantor Dinas PUPRP untuk cabang olahraga bulu tangkis dan auditorium kantor Bupati Parigi Moutong untuk cabang olahraga tenis meja.

Sementara itu, Ketua KONI Kabupaten Parigi Moutong, Faisan Badja mengatakan, Kabupaten Parigi Moutong juga dipercayakan menggelar iven nasional Fortradnas yang diikuti oleh peserta dari seluruh Indonesia. Kegiatan yang akan digelar tahun 2024 tersebut akan dirangkaikan dengan Sport Day dan ASEAN Sport Zona yang diikuti oleh peserta dari 10 negara anggota ASEAN.

Faisan menjelaskan, Fortradnas merupakan iven olahraga yang memperlombakan berbagai jenis olahraga tradisional yang biasa digelar di setiap daerah. Tujuannya, agar olahraga tradisional masyarakat terus dijaga dan dilestarikan serta dilombakan hingga tingkat nasional bahkan hingga di tingkat negara-negara ASEAN.

“ Selain itu, tujuan Fortrandas adalah menggali potensi olahraga tradisional yang baru dari setiap daerah yang nantinya akan dinilai oleh tim penilai. Contohnya Kabupaten Parigi Moutong akan mengusulkan lomba panjat kelapa,”ujar Faisan.

Sedangkan cabang olahraga tradisional yang sudah dilombakan pada Fortrandas sebelumnya adalah engrang, hadang, terompah panjang, sumpitan dan gasing.

Faisan berharap penyelenggaraan Fortradnas tersebut dapat meningkatkan kunjungan wisata di Kabupaten Parigi Moutong dan berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat, mengingat akan banyak peserta dari berbagai daerah yang jumlahnya mencapai ribuan orang akan datang ke Kabupaten Parigi Moutong.

“Insya Allah kegiatan Fortradnas akan dilaksanakan tahun 2024 bertepatan dengan festival durian,”jelasnya.

Faisan menambahkan, terkait kegiatan tersebut pada tanggal 8 September 2023, Bupati Parigi Moutong didampingi Ketua TP-PKK,Sekda, Kadisporapar dan Ketua KONI Parigi Moutong akan melakukan pemaparan di Kantor Kemenpora. AJI