RAYA- Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Baru (PKKMB) tahun akademik 2023/2024 di Universitas Tadulako () resmi dimulai. PKKMB ditandai dengan pemasangan almamater kepada sejumlah perwakilan mahasiswa baru oleh Rektor Untad, Prof. Dr. Ir. Amar, ST., MT didampingi oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Dr. Ir. Sagaf, MP, M.Si, di Lapangan Upacara, Kamis (17/8/2023).
PKKMB 2023 ini diikuti sebanyak 7.829 mahasiswa, terdiri dari mahasiswa baru SNBP dan SNBT sebanyak 4.014 mahasiswa, sebanyak 3.757 mahasiswa, Adik Papua sebanyak 14 Mahasiswa, Mahasiswa Asing sebanyak 15 orang, dan Mahasiswa lama sebanyak 29 orang. Pemberian materi akan dilaksanakan selama dua hari, dari tanggal 21 sampai dengan tanggal 22 Agustus 2023.
Prof Amar dalam amanatnya mengucapkan selamat datang kepada 7.829 mahasiswa tersebut. Katanya begitu banyak di luar sana yang ingin masuk di kampus ini, namun mereka inilah yang terpilih menjadi bagian dari tadulako-tadulako muda.
Oleh karenanya, Rektor menitipkan pesan kepada seluruh panitia dan pemateri, agar memberikan yang kepada tadulako-tadulako muda itu, dan memastikan di dalam proses PKKMB tidak ada yang namanya perpeloncoan, yang dilakukan adalah pembinaan mental agar dapat mempersiapkan generasi muda yang betul-betul cerdas, berkarya, dan berinovasi untuk Universitas Tadulako kedepan.
Di sisi lain, Rektor juga menitipkan pesan kepada para peserta agar mengikuti tatatertip dan aturan yang ada. “Kedisiplinan yang utama, karena keberhasilan anda, tidak hanya ditentukan oleh kepintaran, tetapi lebih ditentukan oleh attitude atau Soft skill yang anda miliki,”pesan Prof Amar.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Dr. Sagaf mengatakan pelaksanaan PKKMB 2023, segaja dirangkaikan dengan kegiatan peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, dimaksudkan agar terpatri di hati peserta bahwa Indonesia memperoleh kemerdekaan bukan sesuatu pemberian dari bangsa lain, tetapi hasil dari perjuangan bangsa penuh dengan pengorbanan baik jiwa maupun raga.
Maka dari itu, kemerdekaan tersebut harus diisi dengan karya yang positif dalam rangka memajukan bangsa Indonesia. “Sehubungan dengan PKKMB, jangan diartikan bahwa kemerdekaan itu adalah kebebasan mahasiswa yang tadinya berasal dari SMA yang begitu tutorial dan terpimpin, rambutnya sama pendek, bajunya harus sama putih, celananya harus sama abu-abu, dan sepatunya berwarna hitam. Kemudian berpikir masuk menjadi mahasiswa adalah kemerdekaan dan kebebasan,”sebut Dr Sagaf.
Memang kata Dr Sagaf, para mahasiswa baru ini telah terbebaskan dari tutorial dan terpimpin itu, namun di dalam dunia kampus harus dipahami bahwa segala tindakan dibelakangnya membawa resiko dan tanggungjawab. “Dari semua kebebasan itu, kita diikat oleh orang lain, kita diikat aturan, diikat oleh hukum, dan diikat oleh etika,” sebutnya.
Di Untad katanya, terdapat dua jalur yang akan tempuh oleh setiap mahasiswa, yang pertama jalur kurikulum dan jalur ekstrakurikulum. Di jalur kurikulum di dalamnya adalah Sistem Semester (SKS) dan di ekstrakurikulum di dalamnya adalah mempersiapkan kompetensi-kompetensi mahasiswa.
Ketua Panitia PKKMB, Dr. Ani Susanti, M.Si menguraiakan, tujuan pelaksanaan kegiatan PKKMB 2023 adalah menyiapkan mahasiswa baru melewati proses transisi menjadi mahasiswa yang dewasa dan mandiri, mempercepat proses adaptasi mahasiswa dengan lingkungan yang baru, dan memberikan bekal untuk keberhasilannya menempuh pendidikan di perguruan tinggi.

Kegiatan ini katanya, dapat dijadikan titik tolak pembinaan edialisme, penguatan rasa cinta tanah air, dan kepedulian terhadap lingkungan.
“Kegiatan PKKMB untuk menciptakan generasi yang berkarakter, religius, nasionalis, mandiri, gotong royong, dan berintegritas,”sebutnya.
Dimana tema PKKMB 2023 ini adalah “Menanamkan Karakter Ketadulakoan Bagi Mahasiswa Menjadi Pribadi Berilmu dan Berprestasi Unggul di Era MBKM”.
Sebelumnya, di tempat yang sama telah dilaksanakan upacara bendera memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-78 Kemerdekaan Republik Indonesia. Upacara bendera yang dihadiri segenap sivitas akademika Untad. Para peserta upacara mengenakan pakaian adat dari sejumlah provinsi di Indonesia. Rektor Untad, Prof. Dr. Ir. Amar, ST., MT, yang bertindak sebagai inspektur upacara. ENG