RAYA – Kepala Otoritas Jasa Keuangan () Provinsi Sulawesi Tengah, Triyono Raharjo, mengatakan, di Sulteng pada semester I 2023 sedikit mengalami penurunan secara year to date (ytd) atau dari Desember 2022 hingga Juni 2023.

Namun demikian, berdasarkan pola kerap terjadi, kinerja tersebut akan terakselerasi pada semester II 2023.

Triyono mengatakan, kondisi itu tercermin pada presentase seperti, secara ytd mengalamai penurunan 1,15 persen, dana pihak ketiga () turun sebesar 0,68 persen ytd, dan turun sebanyak 3,80 persen ytd. Sementara untuk year on year semua indikator kinerja tumbuh.

Lanjutnya, share Sulteng terhadap kinerja perbankan di pusat masih cukup jadi perhatian diantaranya aset 0,54 persen (Rp60,89 triliun) dari share nasional Rp11.047 triliun, DPK 0,39 persen (Rp32,34 triliun) dari share nasional Rp8.041 triliun, kredit 0,66 persen (Rp44,16 triliun) dari share nasional Rp6.654 triliun dengan 1,82 persen, LRD 137,73 persen.

“Yang menjadi catatan dari posisi Desember ke Juni 2023, memang mengalami pertumbuhan. Tapi secara yoy dapat tumbuh secara konsisten. Siklus ini memang sering terjadi, bahwasanya diakhir semester I memang ada penurunan. Yang pasti dampaknya ke volume usaha. Triwulan keempat ada potensi peningkatan DPK. Perbankan akan berusaha melakukan akselerasi,” katanya, Kamis (27/7/2023).

Triyono juga memberi catatan terhadap share kinerja di Sulteng terhadap nasional. Menurutnya, perbankan di Sulteng harus berupaya semaksimal mungkin untuk memberikan pengaruh terhadap kontribusi kinerja perbankan nasional.

“Satu persen saja kita tidak pernah sampai. Walaupun kita pertumbuhan ekonominya tumbuh besar, namun di sisi perbankan masih lemah. Karena area industri pengolahan yang notabenenya pertumbuhannya tinggi, sektor perbankannya yang mengelola langsung perbankan di pusat,” katanya.

Untuk itu, pihaknya pada bulan depan akan memanfaatkan momentum hari menabung untuk mengakselerasi kinerja tersebut. “Kami dorong untuk supaya masyarakat khusunya usia dini untuk menabung pada Agustus nanti untuk program nasional ‘Indonesia Menabung', membudayakan budaya saving,” tutupnya. RHT