SULTENG RAYA – Salah satu cara peningkatan taraf hidup di daerah adalah dengan pemanfaatan lahan yang bisa dioptimalisasi untuk kesejahteraan ekonomi masyarakat setempat.

Namun demikian, cara yang dilakukan juga harus memperhatikan aspek lingkungan, sehingga bisa bermanfaat dengan baik secara berkelanjutan.

Cara ini pula yang dilakukan oleh Bank yang kembali melaksanakan program penanaman pohon di daerah.

Setelah sebelumnya melakukan penanaman 10.000 bibit mangrove di Muara Gembong, Bekasi, Jawa Barat. Kesempatan kali ini BRI bersama Yayasan Bakau Manfaat Universal (BakauMU) melaksanakan program penanaman pohon di Kampung Tanjung Perapat, Kecamatan Biduk-Biduk, Berau, Kalimantan Timur.

Ketua Yayasan BakauMU, Nasir melaporkan bahwa program kali ini dilakukan dengan menanam sebanyak 2.500 bibit pohon durian di lahan seluas 25 ha yang di kelola oleh Kelompok Tani Berkah Usaha Sejahtera. Kegiatan ini diberi nama Program Grow and Green.

Program ini akan berlangsung selama empat tahun, di mana di dalamnya terdapat beberapa tahapan kegiatan. Di antaranya penyiapan lahan, penyediaan bibit durian, penanaman, pemeliharaan, dan monitoring Pohon.

Selain menanam bibit durian, terdapat juga tanaman sela cabai dan jagung untuk memberikan ruang lebih luas kepada masyarakat dalam mengoptimalkan lahan yang tersedia. Tujuannya supaya sumber pendapatan bagi kelompok selama merawat dan menjalankan program bisa terjadi secara berkelanjutan.

Manager BRI Adi Rifqi Husada, menyampaikan bahwa BRI selaku memiliki yang difokuskan pada tiga sektor, yaitu pelestarian lingkungan, peningkatan pendidikan, dan pengembangan sesuai dengan kebijakan Kementerian BUMN.

Grow & Green merupakan program berkelanjutan. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat langsung dan tambah kepada masyarakat sekaligus melakukan pelestarian lingkungan.” kata Adi dalam keterangan resminya, dilansir dari Detik.com, Kamis (22/6/23).

Seluruh bibit yang ditanam akan dilakukan pendataan dan memonitoring perkembangannya menggunakan sistem montree(dot)id (Monitoring Tree) setiap empat bulan selama program berlangsung. RHT/DTC