SULTENG RAYA – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) terus mendorong masyarakat untuk melakukan pendaftaran tanah melalui program sistematis lengkap (PTSL).

Hal itu disampaikan Kepala Kantor Pertanahan (Kantah) Kabupaten Tojo Una-Una, Siswoyo, didampingi Plt Kasi 5, Akbar Sapto Indra Dewa, Analisis Pertanahan Seksi 2 Slamet Riyadi serta Kepala Seksi Survei dan Pemetaan Kantor Pertanahan Sabir, kepada sejumlah awak media dalam konferensi pers, Selasa (30/5/2023) di kantornya.

Siswoyo menuturkan, salah satu program pertanahan unggulan yang sudah dikenal masyarakat Tojo Una-Una adalah PTLS, dengan capaian progres 10 persen per 28 Mei 2023.

Menurutnya, untuk redistribusi tanah pada tahun 2023 di Kabupaten Tojo Una-Una sudah mencapai 40,7 persen dari jumlah target 750 bidang. Sementara, realisasi pemetaan kata Siswoyo, kini sudah mencapai 107 bidang atau 21,4 persen, dan pemberkasan 220 bidang dengan potensi K1 30 bidang.

Kemudian kata dia, 190 bidang yang sudah siap diserahkan untuk dua belas kelurahan /desa diantaranya  Sansarino, Malotong, Bonerato, Bailo Baru, Padang Tumbuo, Marowo, Borone, Uematopa, Mantangisi, Sumoli, Labiabae dan Ampana. Sedangkan, realisasi inventarisasi sebanyak 300 berkas atau 60 persen, tersebar di Desa Malei Tojo, Matako, Bambalo, Galuga, Nggawia, Uebone, Longge, Balingara dan Sukamaju.

“Target pendaftaran sistematis lengkap (PTSL) di Kabupaten Tojo Una-Una tahun 2023, sejumlah 1.935 sertifikat hak atas tanah (SHAT) dari 1.500 Hektare peta bidang tanah (PBT),” jelasnya.

Siswoyo menambahkan, kegiatan Lintas Sektoral dan Nelayan tahun 2023 sejumlah 50 bidang. Namun, yang baru masuk mendaftar sejumlah 37 desa, sisanya tinggal menunggu Dinas Perikanan. BD