RAYA – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, inflasi Year on Year (YoY) Kota pada Februari 2023, sebesar 5,57 persen dengan Indeks Harga Konsumen 116,19.
Ia mengungkapkan, terdapat 10 komoditas utama andil inflasi YoY Kota Palu, antara lain bensin 0,78 persen, 0,65 persen, bahan bakar rumah tangga 0,55 persen, angkutan udara 0,48 persen, tukang bukan mandor 0,30 persen, kontrak rumah 0,21 persen, minyak goreng 0,18 persen, rokok kretek filter 0,17 persen, rokok putih 0,11 persen dan ikan cakalang atau ikan sisik 0,10 persen.
“Ada juga, 10 komoditas utama yang memiliki andil negatif terhadap inflasi YoY, antara lain cabai rawit 0,10 persen, ikan teri 0,04 persen, cabai merah 0,03 persen, ikan selar atau ikan tude 0,03 persen, blus wanita 0,03 persen, bayam 0,03 persen, hand body lotion 0,02 persen, kangkong 0,02 persen, sabun cair atau cuci piring 0,02 persen, semangka 0,02 persen,” ,” kata Kepala BPS Kota Palu, G A Nasser, Rabu (1/3/2023).
Ia menjelaskan, inflasi YoY terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran, yaitu kelompok makanan, minuman dan tembakau 6,24 persen, kelompok pakaian dan alas kaki 1,67 persen, kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga 6,63 persen, kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga 3,79 persen,
“Kelompok kesehatan 1,00 persen, kelompok transportasi 11,99 persen, kelompok , komunikasi dan jasa keuangan 0,44 persen, kelompok rekreasi, olahraga dan budaya 7,10 persen, kelompok Pendidikan 0,98 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman atau restoran 2,39 persen. Serta, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya 4,79 persen,” ucapnya.
Sementara itu, untuk inflasi month to month Februari 2023 sebesar -0,17 persen dan tingkat inflasi year to date Februari 2023 sebesar 0,35 persen.ULU