SULTENG RAYA – Memasuki usia ke-24, Kabupaten Parigi Moutong tidak lagi berada pada fase merintis, melainkan telah sampai pada titik kematangan yang menuntut lompatan nyata dalam pembangunan ekonomi.
Momentum hari jadi ini pun dimaknai bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi sebagai penegasan arah baru menuju kemandirian ekonomi berbasis masyarakat.
Di tengah semangat itu, Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Parigi Moutong, Faradiba Zaenong, menyampaikan ucapan selamat sekaligus menggelorakan visi besar yang diharapkan menjadi gerakan bersama seluruh elemen daerah.
“Selamat ulang tahun ke-24 Kabupaten Parigi Moutong. Ini adalah usia untuk melompat—lebih cepat, lebih berani, dan lebih terarah dalam membangun ekonomi daerah,” ujarnya.
Lebih dari sekadar ucapan, Faradiba menegaskan satu gagasan strategis yang kini mulai didorong sebagai arah pembangunan ekonomi daerah, yakni gerakan “1 Rumah 1 Pengusaha”.
Sebuah konsep yang menempatkan rumah tangga sebagai pusat pertumbuhan ekonomi.
Bagi KADIN, gagasan ini bukan slogan semata, melainkan upaya konkret untuk membangun kemandirian ekonomi dari level paling dasar.
“Setiap rumah harus memiliki usaha. Sekecil apa pun, usaha itu harus hidup. Dari situlah ekonomi daerah akan tumbuh kuat dan berkelanjutan,” tegasnya.
Pendekatan ini diperkuat dengan fokus pada sektor-sektor unggulan Parigi Moutong seperti durian, kakao, dan perikanan. Melalui hilirisasi dan penguatan investasi, sektor-sektor tersebut diharapkan tidak hanya berhenti pada produksi, tetapi mampu memberikan nilai tambah langsung bagi masyarakat.
Sebagai mitra strategis pemerintah, KADIN Parigi Moutong juga menegaskan komitmennya untuk aktif membuka akses pasar, mempertemukan pelaku usaha dengan investor, hingga membangun jejaring kemitraan ke tingkat nasional dan internasional.
“Kita tidak boleh berhenti di potensi. Kita harus menciptakan pelaku usaha baru, memperkuat yang sudah ada, dan memastikan ekonomi bergerak di setiap rumah,” lanjutnya.
Dalam pandangan KADIN, kekuatan ekonomi rumah tangga menjadi fondasi utama pembangunan daerah. Ketika ekonomi keluarga tumbuh, maka dampaknya akan merembet ke berbagai aspek kehidupan.
“Ketika ekonomi rumah tangga hidup, maka semuanya ikut hidup—mental kuat, kesehatan terjaga, anak tetap sekolah, orang tua mampu, dan kemiskinan pasti turun,” ungkap Faradiba.
Momentum ulang tahun ke-24 ini juga menjadi ruang refleksi sekaligus pengingat bagi pemerintah daerah agar tetap fokus pada program-program prioritas yang berdampak langsung bagi masyarakat.
KADIN berharap kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Parigi Moutong dapat terus mendorong lahirnya pelaku usaha baru, memperkuat UMKM, serta memperluas akses pasar dan investasi sebagai kunci penggerak ekonomi daerah.
“Pembangunan harus diarahkan pada program yang terukur, berdampak langsung, dan mampu menggerakkan ekonomi hingga ke tingkat rumah tangga,” tegasnya.
Di akhir pernyataannya, Faradiba mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bergerak dalam satu visi yang sama—menjadikan Parigi Moutong sebagai rumah besar para pengusaha.
“Di usia ke-24 ini, kita tetapkan arah: Parigi Moutong sebagai pusat tumbuhnya usaha dan kekuatan ekonomi baru. Ini bukan sekadar visi, tetapi gerakan bersama yang harus kita wujudkan,” pungkasnya. AJI
