SULTENG RAYA-Sejumlah mahasiswa Universitas Tadulako sempat mengalami kendala pengisian Kartu Rencana Studi (KRS) disebabkan karena keterlambatan pencairan Beasiswa Berani Cerdas dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.
Hal tersebut segera menjadi atensi bagi Pimpinan Universitas melalui Ketua Senat Universitas Prof. Dr. H. Djayani Nurdin, SE, M.Si melakukan komunikasi Kepala Dinas Pendidikan Sulawesi Tengah Drs. H. Firmanza Dg Parebba, S.H., M.Si.
“Orang tua mahasiswa sempat gelisah karena batas pembayaran UKT hari ini. Namun setelah saya berkomunikasi dengan Kadis Pendidikan, saya mendapat jaminan bahwa dana beasiswa hari ini ditransfer,” ungkapnya, Kamis (29/1/2026).
Ia menyebutkan, pihak kampus langsung mengambil langkah cepat dengan membuka akses layanan akademik. “Saya sudah menginstruksikan BAK dan UPT TIK untuk lembur agar semua kebutuhan mahasiswa bisa terlayani, baik pembayaran UKT maupun pengisian KRS. Diberikan waktu tiga hari, Jumat sampai Minggu,” jelas Prof Djayani.
Kondisi tersebut dibenarkan oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Sulawesi Tengah, Syam Zaini, bahwa kebijakan itu diambil setelah adanya komunikasi antara Dinas Pendidikan dan pihak Universitas Tadulako.
“Atas arahan Kepala Dinas Pendidikan, kami berkoordinasi dengan pihak Untad karena mahasiswa belum bisa mengisi KRS akibat dana Beasiswa BERANI Cerdas belum masuk. Alhamdulillah, hari ini dananya dipastikan cair,” ujar Syam Zaini.
Ia menegaskan, mahasiswa tidak perlu khawatir karena pihak kampus telah memberikan kelonggaran waktu. “Untad memberikan kesempatan pengisian KRS sampai tanggal 31 Januari, sehingga mahasiswa tetap bisa mengurus administrasi perkuliahan,” katanya. ENG