SULTENG RAYA-Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Palu melalui Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (LP2AIK) kembali menggelar pengajian rutin. Kali ini, bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Unismuh Palu dengan mengusung tema “Al-Qur’an dan Kesehatan”.

Pengajian tersebut dilaksanakan di Masjid Ulil Albab Unismuh Palu, Sabtu (24/1/2026). Pemngajian ini menghadirkan narasumber Dr. Sharaf Ali Othman Mutyr, Dewan Guru Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Insan Cita Indonesia, dan dihadiri oleh unsur pimpinan universitas, fakultas, lembaga, dosen, serta mahasiswa.

Pengajian dibuka oleh Ketua LP2AIK Unismuh Palu, Dr. Fery, S.Sos., M.Si mewakili Rektor Unismuh Palu, Prof. Dr. H. Rajindra, S.E., M.M. Dalam sambutannya, Fery menyampaikan bahwa pengajian kali ini memiliki nilai istimewa karena menghadirkan penceramah dari luar negeri dengan kompetensi yang mumpuni dalam ilmu Al-Quran (Ulumul Qur’an).

Menurut Fery, pembelajaran Al-Qur’an merupakan fondasi utama dalam pembentukan karakter, spiritualitas, dan integritas sivitas akademika. Ia menegaskan bahwa Al-Qur’an tidak hanya dipelajari sebatas bacaan secara tartil, tetapi juga harus dipahami, dihayati, serta diamalkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam dunia akademik dan profesional.

“Belajar Al-Qur’an adalah bagian penting dalam membangun kepribadian insan akademik yang berakhlak mulia dan berintegritas. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya relevan dengan seluruh aspek kehidupan,” ujarnya.

Sementara itu, dalam pemaparannya, Syaikh Dr. Sharaf Ali Othman menjelaskan bahwa Al-Qur’an merupakan pedoman hidup umat manusia. Al-Qur’an bukan hanya untuk dibaca, melainkan sebagai petunjuk dalam seluruh aspek kehidupan, mulai dari akidah, ibadah, akhlak, hingga muamalah.

Ia juga menyampaikan bahwa perintah untuk mempelajari Al-Qur’an merupakan perintah langsung dari Allah SWT, sebagaimana ditegaskan dalam berbagai ayat Al-Qur’an dan hadis Nabi Muhammad SAW. Orang-orang yang mempelajari dan mengajarkan Al-Qur’an memiliki keutamaan tersendiri di sisi Allah.

“Semakin sering seseorang membaca dan memahami Al-Qur’an, maka semakin kuat pula hubungannya dengan Allah SWT. Al-Qur’an membentuk akhlak mulia seperti kejujuran, kesabaran, keadilan, dan kasih sayang,” jelasnya.

Dalam pengajian tersebut, Syaikh Dr. Sharaf Ali Othman juga mengaitkan nilai-nilai Al-Qur’an dengan aspek kesehatan, baik kesehatan jasmani maupun rohani, sebagai bagian dari keseimbangan hidup seorang Muslim.

Adapun yang bertindak sebagai penerjemah dalam pengajian ini adalah Direktur Ma’had Unismuh Palu, Ferry Payuhi, Lc., yang membantu menyampaikan materi kajian agar dapat dipahami dengan baik oleh seluruh peserta. ENG