SULTENG RAYA — Kepanikan sempat menyelimuti warga pesisir Parigi setelah seorang nelayan bernama Syamun (36) dilaporkan tidak kembali dari melaut di Perairan Parigi, Kabupaten Parigi Moutong. Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (21/01/2026) dan langsung direspons cepat melalui Operasi SAR Gabungan yang melibatkan berbagai unsur.
Personel SAR gabungan yang terdiri dari Satpolairud Polres Parigi Moutong, personel Ditpolairud Polda Sulawesi Tengah, Basarnas Pos Parigi, serta satu orang nelayan yang menjadi saksi, dikerahkan untuk melakukan pencarian intensif di sekitar perairan tempat korban terakhir terlihat.
Korban Syamun dilaporkan terakhir berada di sekitar rompon, alat bantu penangkapan ikan, sebelum akhirnya tidak diketahui keberadaannya. Keterlambatan korban kembali ke darat memicu kekhawatiran keluarga dan nelayan setempat, yang kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwenang.
Kasat Polairud Polres Parigi Moutong, IPTU Gigih Winanda, menjelaskan bahwa setelah menerima laporan, pihaknya langsung berkoordinasi dengan Basarnas dan unsur terkait untuk melaksanakan operasi pencarian.
“Begitu menerima informasi adanya nelayan yang belum kembali dari melaut, kami langsung mengerahkan personel Satpolairud dan berkoordinasi dengan Ditpolairud Polda Sulteng serta Basarnas Pos Parigi untuk melakukan operasi SAR gabungan,” ujar IPTU Gigih Winanda.
Operasi pencarian dilakukan dengan metode penyisiran di sekitar lokasi kejadian, khususnya area rompon tempat korban terakhir diketahui berada. Tim SAR juga memperluas radius pencarian dengan mempertimbangkan kondisi cuaca, arus laut, dan visibilitas perairan yang dinamis.