LPKA Palu Sosialisasikan Dampak Buruk NAPZA dan Rokok

SULTENG RAYA – Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Palu Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Tengah, terus berkomitmen dalam memberikan pembinaan kepribadian yang komprehensif bagi para penghuninya.

Pada Selasa (20/1/2026) bertempat di ruang Belajar LPKA Palu, sebanyak 14 anak binaan mengikuti penyuluhan kesehatan terkait bahaya Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya (NAPZA) serta dampak buruk rokok.

Penyuluhan ini dibawakan oleh para peserta magang di LPKA Kelas II Palu dengan pendampingan langsung dari Tenaga Kesehatan (Nakes) internal LPKA Palu. Pendekatan yang digunakan bersifat interaktif, sehingga materi yang cukup berat dapat diserap dengan mudah oleh para remaja tersebut.

Materi penyuluhan dikemas secara interaktif agar mudah dicerna oleh para remaja. Fokus bahasan meliputi definisi dan penggolongan dengan memahami apa itu NAPZA dan jenis-jenis narkotika.

Selanjutnya, penjelasan mengenai efek destruktif penyalahgunaan narkoba terhadap fisik dan mental, tips praktis untuk tetap bebas dari narkoba dan cara menghindari pengaruh rokok, serta peran anak muda dalam mewujudkan dunia bebas rokok serta kampanye “Katakan Tidak pada Rokok”.

Kepala LPKA Kelas II Palu, Welli, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah preventif yang sangat krusial. “Kami ingin memastikan bahwa setiap anak binaan di sini memiliki bekal pengetahuan yang cukup untuk membentengi diri mereka. Kesadaran akan kesehatan adalah modal utama bagi mereka untuk memperbaiki diri dan merencanakan masa depan yang lebih cerah setelah kembali ke masyarakat nanti,” ujar Welli.

Sesi tanya jawab yang digelar di akhir pemaparan menjadi momen paling dinamis. Para anak binaan terlihat aktif berdiskusi, menunjukkan rasa ingin tahu yang tinggi terhadap materi yang disampaikan. Seluruh rangkaian acara berlangsung dengan tertib, aman, dan lancar.

Salah seorang anak binaan berinisial AR mengungkapkan rasa terima kasihnya atas informasi yang didapatkan. “Ternyata dampaknya sangat berbahaya, bukan cuma buat kesehatan sekarang tapi bisa merusak masa depan kami. Lewat penyuluhan ini, saya jadi lebih paham cara menghindari ajakan yang negatif dan ingin mulai hidup lebih sehat di sini,” kata AR.

Kegiatan yang berlangsung tertib dan aman ini ditutup dengan kesimpulan bahwa pemahaman mengenai bahaya NAPZA dan rokok adalah kunci untuk mengubah pola hidup anak binaan. Melalui pengetahuan ini, diharapkan muncul motivasi internal dalam diri mereka untuk mengembangkan potensi diri tanpa ketergantungan pada zat berbahaya.*/YAT