SULTENG RAYA – Duel panas penuh tensi tersaji di babak semifinal Liga 4 Piala Bupati Parigi Moutong. Banteng Olaya tampil penuh determinasi saat menumbangkan Isba Binangga dengan skor dramatis 4-3 di Lapangan Harimau Baliara, Rabu sore (7/1/2026), sekaligus memastikan satu tempat di partai puncak.

Laga ini berjalan keras, cepat, dan sarat emosi sejak menit awal. Dua tim tangguh Parigi Moutong itu langsung menebar ancaman ke lini pertahanan lawan. Banteng Olaya yang dikomandoi Alan Ilham di lini tengah tampil agresif dengan mengalirkan bola ke trio penyerang Teguh Hidayatullah, Ferdiansyah, dan Ahmad. Namun barisan belakang Isba yang digalang Tegar, Teguh, dan Sandi Gunarsa tampil disiplin dan sulit ditembus.

Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-12. Banteng Olaya mendapat hadiah tendangan bebas setelah pelanggaran di luar kotak penalti. Aan Elhiansyah maju sebagai algojo dan melepaskan sepakan jarak jauh yang meluncur deras ke gawang Isba. Skor 1-0.

Momentum berpihak pada Banteng. Empat menit berselang, M. Rizik menggandakan keunggulan lewat skema serangan rapi dari lini tengah. Skor berubah 2-0, Banteng kian di atas angin.

Namun Isba Binangga, tim sarat pengalaman dan langganan juara turnamen daerah, tak tinggal diam. Rangga memperkecil ketertinggalan pada menit ke-21 usai memanfaatkan kelengahan lini belakang Banteng. Skor 2-1.

Permainan Isba semakin hidup. Kapten tim Akbar sukses mengatur ritme dan membangun serangan cepat. Hasilnya, Rangga kembali mencatatkan namanya di papan skor lewat serangan balik kilat pada menit ke-37. Skor imbang 2-2 menutup babak pertama.

Memasuki babak kedua, intensitas laga kian meningkat. Kedua tim saling jual beli serangan. Petaka kembali menghampiri Isba pada menit ke-42. Tendangan bebas dari jarak sekitar 25 meter dieksekusi sempurna oleh Teguh Hidayatullah. Bola meluncur ke sudut kiri atas gawang, tak terjangkau kiper Aditya. Banteng kembali unggul 3-2.

Tekanan terus dilancarkan Banteng Olaya. Lagi-lagi dari skema bola mati, Aswandi mencetak gol keempat lewat tendangan bebas dari sisi kiri lapangan. Sepakan kerasnya kembali menembus pojok kiri atas gawang Isba. Skor 4-2.

Isba belum menyerah. Mereka terus menggempur pertahanan Banteng hingga akhirnya memperkecil ketertinggalan lewat titik putih. Sandi Gunarsa sukses menjalankan tugas sebagai algojo penalti pada menit ke-82 setelah pelanggaran handsball di kotak terlarang. Skor berubah 4-3.

Di sisa waktu pertandingan, Isba mencoba mengejar gol penyeimbang. Namun hingga peluit panjang dibunyikan wasit Hermawan, skor tetap bertahan. Banteng Olaya pun memastikan kemenangan sekaligus melangkah ke partai final.

Di laga puncak, Banteng Olaya akan menantang Berlian Tomoli yang sehari sebelumnya sukses menyingkirkan tuan rumah Harimau Baliara dengan skor tipis 1-0. Final pun dipastikan bakal menyajikan duel sarat gengsi dan adu strategi dua tim terbaik turnamen. AJI