Perekat Rakyat Sulteng.

Drive Unlimited Way

Enjoy a Spacious Driving Comfort

Usaha Tani Kelas Menegah Diminta Akses KUR

0 45

SULTENG RAYA – Pemerintah Sulawesi Tengah melalui Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (DTPH) Sulteng meminta pelaku usaha pertanian sudah mapan berupaya mengembangkan usahanya dengan cara mengakses Kredit Usaha Rakyat (KUR) pertanian disubsidi pemerintah.

“KUR kami meminta untuk diakses petani. Artinya mereka (petani) akan ada modal dan pinjaman yang bisa diberikan. Kelas menengah dan keatas yang usahanya sudah mapan, bolehlah ambil modal tambahan untuk menaikkan kelas usahanya,” tutur Kepala DTPH Sulteng, Trie Iriany Lamakampali kepada Sulteng Raya melalui gawai, Ahad (22/3/2020).

Kadis Trie menekankan pentingnya peran Balai Pelatihan Pertanian (BPP) di Kabupaten dan Kota hingga ke tingkat Kecamatan untuk mensosialisaikan instrumen pembiayaan tersebut sehingga meningkatkan kapasitas pelaku usaha pertanian.

“Kostra Tani membebankan seluruhnya kepada BPP dengan koordinasi kuat ke Pemkab dan Pemprov. Bagaimana secara kelembagaan dan korporasi mampu berada di garis terdepan dalam hal memberikan pengetahuan, BPP tingkat kecamatan coba bangun komunikasi, lihat apa masalahnya ditingkat petani terkait pengembangan usahanya,” tegasnya.

Ia mencontohkan akses pupuk bersubsidi. Ketika masyarakat mulai panik dengan isu-isu kelangkaan pupuk, BPP harus hadir sebagai penyedia informasi, bahwa pupuk bersubsidi di Sulteng selalu tersedia dan komunikasikanlah dengan Pemprov agar ada upaya penaggulangan dengan cara relokasi pupuk daerah yang belum maksimal penyerapannya.

“Begitu juga dengan KUR ini, kami memliki keterbatasan jika hanya jalan sendiri dalam hal sosialisasi dan mendorong. Instrumen penting tingkat kesuksesan para petani daerah adalah BPP, yang sekarang mengemban tanggung jawab besar,” ucapnya.

Sementara itu, Kementerian Pertanian (Kementan) mengeklaim serapan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sudah mencapai Rp 10,2 triliun. Serapan KUR yang dikhususkan untuk sektor pertanian ini terhitung hingga 20 maret 2020. Serapan KUR tertinggi terjadi di Jawa Timur (Jatim) yang mencapai Rp 2,4 triliun.

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Kementan Sarwo Edhy mengatakan, Kementan diamanahkan untuk menyalurkan dana KUR sebesar Rp 50 triliun pada 2020. Dana ini untuk petani dalam mengembangkan budi daya komoditas pertanian, tanaman hortikultura, maupun perkebunan.

“Petani wilayah Jawa Timur yang paling antusias memanfaatkan fasilitas KUR ini. Dana KUR itu bunganya enam persen, jauh lebih rendah dibandingkan bunga kredit sebelumnya,” kata Sarwo Edhy, Sabtu (21/3/2020).

Dari total Rp 10,2 triliun ini, tersalurkan untuk berbagai sektor. Di antaranya tanaman pangan Rp 2,9 triliun, perkebunan Rp 3,1 triliun, hortikultura Rp 1,2 triliun, peternakan Rp 2 triliun, jasa pertanian Rp 183 miliar, kombinasi pertanian Rp 552 miliar, dan tanaman hias Rp 16 miliar.

“Penyerapan KUR pertanian masih didominasi sektor hulu. Ke depan, kami akan mendorong juga pemanfaatan KUR di sektor hilir. Seperti untuk pembelian alat pertanian,” ungkap Sarwo Edhy.

Sektor hulu, kata Sarwo Edhy, selama ini dianggap lebih mudah diakses karena tidak memerlukan agunan. Padahal KUR dengan plafon besar pun sebenarnya akan mudah diakses jika digunakan untuk pembelian alat.

“Plafon Rp 500 juta ke atas pun bisa diakses. Soalnya ada agunannya berupa alat pertanian yang dibeli. Selain itu bunganya tetap hanya enam persen,” kata Sarwo Edhy.

Realisasi serapan KUR ini tersebar di sejumlah provinsi. Tertinggi serapannya adalah Jawa Timur sebesar Rp 2,4 triliun. Disusul Jawa tengah Rp 1,7 triliun, Sulawesi Selatan  Rp 777 miliar, Lampung  Rp 597 miliar, dan Jawa Barat Rp 502 miliar.

“Syarat mendapat KUR pertanian cukup mudah. Petani hanya diharuskan memiliki lahan garapan produktif, rancangan pembiayaan anggaran, dan sejumlah syarat untuk kepentingan BI checking. Jika penyaluran KUR bekerja sama dengan bank milik BUMN, bunganya hanya enam persen,” tegasnya.

Sarwo mengatakan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo meminta, KUR lebih cepat terserap agar sektor pertanian memperkuat ekonomi nasional di masa pandemi Covid-19.

“Sektor pertanian akan menjadi penopang ekonomi nasional. Pangan kebutuhan yang tidak bisa ditunda. Kebutuhan 267 juta rakyat harus terpenuhi tanpa syarat,” kata Sarwo Edhy mengulang arahan Menteri Syahrul.

Terkait penyaluran KUR, Bank BNI, BRI, dan Bank Mandiri telah menjadi penyalur di semua daerah di Indonesia. Bank BRI menyalurkan KUR sebesar Rp 7,2 triliun, Bank BNI Rp 1 triliun, dan Bank Mandiri Rp 1,3 triliun. Sementara Bank lainnya (plus bank daerah) Rp 597 miliar. RHT

Balas

Email tidak akan dipublikasikan