Perekat Rakyat Sulteng.

Enjoy a Spacious Driving Comfort

Drive Unlimited Way

Tercatat 1 Positif, 18 PDP, 41 ODP

Update Virus Corona Di Sulteng

0 41

SULTENG RAYA – Pusat Data dan Informasi  (Pusdatina) Virus Corona atau Covid-19 Sulawesi Tengah kembali memperbaharui kasus Covid-19 di daerah itu, Kamis (26/3/2020).

Berdasarkan data tersebut, Pusdatina memastikan tercatat 1 orang yang sebelumnya berstatus pasien dalam pengawasan positif corona. Selain itu, Pusdatina juga merilis, jumlah orang dalam pemantauan (ODP) Covid-19 menjadi 41 orang serta 18 orang PDP.

Masih berdasarkan data Pusdatina Covid-19 Sulteng, dari 18 PDP tercatat 13 orang masih menunggu hasil laboratorium. Sementara, 4 orang lainnya telah dinyatakan negatif.

Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Sulteng, dr Amin Saleh, mengungkapkan, jumlah kasus tersebut meningkat dari data sebelumnya per 25 Maret 2020.

“Persentase peningkatan jumlah kasus terjadi hampir setiap hari,” ungkap dr Amin Saleh kepada sejumlah wartawan di ruang Kepala Dinas Kesehatan Sulteng, Kamis (26/3/2020).

Adapun persentase peningkatan jumlah kasus PDP sepanjang 29 Februari 2020 hingga 26 Maret 2020, Amin Saleh merincikan, 29 Februari tercatat 1 PDP, 13 Maret ada 2 PDP, 16 Maret 2 PDP, 20 Maret 1 PDP, 21 Maret 1 PDP, 23 Maret 3 PDP, 24 Maret 5 PDP dan 25 Maret ada 2 PDP. Sehingga total saat ini ada 19 PDP.  Sementara persentase penambahan jumlah kasus ODP dari 18 Maret ada 2 ODP, 19 Maret 2 ODP, 20 Maret 2 ODP, 22 Maret 4 ODP, 23 Maret 7 ODP, 24 Maret 3 ODP, dan 25 Maret ada 18 ODP. Totalnya mencapai 38 ODP.

“Untuk data terbaru per 26 Maret 2020, ada tambahan ODP di Kabupaten Banggai  2 orang dan Kabupaten Morowali Utara 1 orang,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinkes Sulteng, dr Reny Lamadjido, mengatakan, guna memutus mata rantai penyebaran virus corona, seluruh masyarakat harus mematuhi imbauan Gubernur Sulteng untuk tidak berkumpul dan menjaga jarak satu sama lain.

“Kalau tidak dilaksanakan, tentu tidak  akan bisa memutus mata rantai penyebarannya. Ini harus diketahui,” jelasnya.

Bahkan, menurut Reny, bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) juga tidak diperkenankan tidak bepergian ke luar dearah selama pandemic virus corona. 

“Misalnya Anggaran Dinkes Sutleng untuk perjalanan dinas hingga pertemuan sudah dipotong dan dialihkan ke penanganan virus corona. Dengan begitu ASN tidak lagi bisa keluar daerah,” ujarnya.  RAF

Balas

Email tidak akan dipublikasikan