oleh

SMPN 14 Palu Berikan Subsidi Pulsa Gratis untuk Peserta Didik

SULTENG RAYA– SMP Negeri 14 Palu memberikan subsidi pulsa sebesar 100 ribu kepada seluruh peserta didiknya dari kelas  tujuh sampai kelas Sembilan, hal itu dilakukan demi kebelancaran Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dimasa pandemi yang dilakukan secara dalam jaringan (daring).

Kepala SMP Negeri 14, Harlina mengatakan, pemberian pulsa tersebut sebagai bentuk kepedulian pihak sekolah kepada peserta didiknya yang terkendala akan kuota internet saat melaksanakan KBM secara daring, dan juga  untuk meringankan beban orang tua dalam pembelian pulsa data untuk anaknya. Dana tersebut kata dia  diperoleh dari pengalokasian dana BOS untuk penyediaan pulsa gratis bagi peserta didik dimasa pandemi.

“Mulai bulan April lalu, kami sudah memberikan pulsa data pada siswa, setiap siswa akan mendaptkan pulsa data sebanyak Rp100 ribu setiap bulannya, dengan begitu saya harap siswa tidak lagi megeluh selama pembelajaran daring dilaksanakan. Pembagian pulsa data ini akan terus diberikan selama pendemi ini berlangsung,” kata kepsek.

Baca Juga :   Bimtek Untuk Guru, Tingkatkan Kualitas PJJ

Untuk itu, Ia berharap, peserta didiknya harus bijak dalam mengunakan pulsa data sebaik mungkin sesuai peruntukannya, selama pembelajaran daring berlangsung dimasa pandemik saat ini.

“Diharapkan mereka semua dapat menggunakan itu sesuai dengan kegunaannya yakni untuk pembelajaran saja, untuk menghemat penggunaan data agar PJJ secara daring dapat berjalan lancer,”harap kepsek.

Sehubungan dengan itu, ia juga mengatakan peserta didik yang terkendala akan fasilitas atau tidak memiliki handphone, pihaknya memberikan kebijakan dengan menyediakan layanan pembelajaran melalui metode touring, dengan menyediakan satu rumah disetiap lokasi untuk dijadikan pos belajar bagi peserta didiknya. Dengan begitu, guru-guru tidak lagi berkunjung di masing-masing rumah, upaya ini ia lakukan untuk mencegah terjadinya penularan virus corona, selama pembelajaran berlangsung,  dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Baca Juga :   Untad – PT. Bank Rakyat Indonesia Jalin Kerjasama

Untuk itu kata dia, pihaknya juga tidak mewajibkan  guru lanjut usia untuk ikut melaksanakan pembelajaran turing, hanya guru yang memiliki fisik sehat dan mudalah yang bisa ikut serta dalam pembelajaran metode turing.

“Guru yang muda saja yang melaksanakan touring karena kita mengutamakan keselamatan semuanya bvaik guru maupun peserta didik,” katanya.MG1/JAN

Komentar

News Feed