oleh

RS Darurat Covid-19 Perlu Ditambah

SULTENG RAYA – Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sulawesi Tengah, dr Jumriani memandang perlu ada solusi untuk menambah Rumah Sakit (RS) Darurat Cadangan untuk merawat pasien.

Hal itu disampaikan dalam Rapat Koordinasi Penanganan Covid-19, di Ruang Polibu Kantor Gubernur Sulteng, Senin (28/9/2020). 

“Melihat lonjakan kasus konfirmasi positif, perlu solusi untuk menambah RS Darurat Cadangan untuk merawat terkonfirmasi positif Covid -19,” katanya.

Adapun RS Darurat Covid-19 yang dimiliki saat ini berada di Gedung Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Sulteng.  Sejak ditinjau pada  Jumat (25/9/2020) lalu, kini sudah terisi 20 pasien positif Covid-19 dan tersisa 12 tempat tidur yang belum terisi.

Sementara di rumah sakit lainnya, dr Jumriani melaporkan, seluruh tempat tidur di rumah RS Rujukan Covid-19 sudah terisi full.

Baca Juga :   Akademisi Menyarankan Pemerintah Subsidi Bahan Bakar Nelayan

“Jumlah tempat tidur pada Rumah Sakit Rujukan saat ini sudah dalam posisi full,” jelasnya.

Disamping itu, jumlah kasus pasien terkonfirmasi positif terus bertambah. Berdasarkan update Pusat Data dan Informasi (Pusdatina) Covid-19 Sulteng per Senin 28 September 2020, tercatat 6 kasus baru pasien positif corona.

Tambahan 6 kasus tersebut seluruhnya berasal dari Kota Palu. Dengan begitu, kasus komulatip positif Covid-19 Sulteng mencapai 393 orang. Sementara kasus komulatip sembuh dari Covid-19 sebanyak 250 orang dan meninggal dunia 15 orang. Saat ini, jumlah pasien covid-19 dalam perawatan sebanyak 128 orang.

Khusus di Kota Palu, tambahan 6 orang tersebut membuat total pasien positif mencapai  129 orang dengan 58 orang dinyatakan sembuh dan 7 orang meninggal dunia. Sehingga, total pasien yang menjalani perawatan medis sebanyak 64 orang. 

Baca Juga :   SRB Pasigala Melaksanakan Sosialisasi Pemanfaatan Rumah Belajar.

Menanggapi masukan itu, Gubernur Sulteng, Longki Djanggola menyampaikan bahwa di luar RS Rujukan dan RS Darurat di LPMP Sulteng, dapat segera menyiapkan jumlah tambahan tempat tidur sebanyak 120.

“Kemudian RS Swasta dan Asrama Diklat BPSDM akan dibentuk menjadi RS Darurat Pemerintah Propinsi Sulteng,” jelasnya. RAF

Komentar

News Feed