oleh

Prof Lincolin, Titip Tiga Amanat ke Unismuh Palu

SULTENG RAYA- Ketua Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Lincolin Arsyad,Ph.D, menitipkan tiga amanat ke Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Palu, di pembukaan Raker 2020, pekan kedua Bulan September.

Ketiga amanat itu yakni pertama Prefesionalitas, katanya Prof, untuk memasuki era globalisasi, sebuah perguruan tinggi harus memahami professionalizing force. Di dalam tubuh perguruan tinggi harus dikembangkan budaya perofesionalisme. Budaya profesionalisme akan berpengaruh terhadap kemunculan sarjana-sarjana yang profesional, yang diharapkan mampu menjadi modernizing force dalam kehidupan masyarakat secara luas.

Profesionalisme harus menyentuh seluruh aktivitas civitas akademika. Termasuk di dalamya peningkatan kualitas dosen, penyediaan sarana pendidikan dan penelitian, serta perluasan kerja sama dengan berbagai pihak. Pentingnya profesionalisme juga sebagai upaya untuk mengimbangi kepesatan perkembangan ilmu dan teknologi.

Baca Juga :   Omnibus Law Dinilai Sejalan dengan Hukum Progresif

Perguruan tinggi katanya, merupakan institusi yang paling dinamis, karena senantiasa melahirkan inovasi dan pemikiran baru. Perguruan tinggi juga merupakan agen pe-rekayasa dalam dinamika kehidupan masyarakat. “Dengan berbagai perdikat yang disandangnya tersebut, maka upaya peningkatan profesionalisme menjadi keharusan,”ujar Prof Lincolin.

Selanjutnya kata Prof Lincolin adalah kerjasama, saat ini tidak ada lembaga yang bisa berjalan sendiri, semuanya harus menjalin kerjasama dengan pihak lain. Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) sekalipun harus bisa terus mengembangkan kerjasama, baik itu dengan pemerintah daerah, BUMN, BUMS, perguruan tinggi negeri, swasta, termasuk adalah perguruan tinggi luar negeri.

Karena banyak sekali keuntungan yang bisa didapat mahasiswa jika itu bisa dilakukan, minimal pertukaran mahasiswa, mahasiswa bisa mendapatkan semangat baru dan ilmu-ilmu baru yang sangat berguna bagi dirinya dan masa depannya.

Baca Juga :   Di Masa Pandemi, Sekolah Kana Mapande Terapkan PJJ

Terakhir adalah pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM), hal tersebut tidak hanya berlaku untuk mahasiswa, melainkan juga berlaku untuk seluruh staf dan tenaga pengajar (dosen) di perguruan tinggi ini.

Katanya, itu telah menjadi komitmen peneguhan kiprah Persyarikatan Muhammadiyah dalam menyiapkan sumber daya manusia yang tetap relevan dengan perkembangan dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi global.

“PTM harus menjadi pemain utama, PTM bukan hanya sekadar ada, namun disadari oleh masyarakat keberadaanya, oleh karena itu wajib untuk kita terus maju berdaya saing dan berkemajuan,” pesannya.

Sementara itu, dalam raker itu, Rektor Unismuh Palu Dr. Rajindra menyinggung masalah jurnal penelitian dan pengabdian dosen, dinilai masih sangat rendah yang masuk dan tercatat di Sinta, padahal upaya universitas begitu begitu besar mendorong para dosen melakukan penelitian dan pengabdian, termasuk sudah melakukan pelatihan berkali-kali.

Baca Juga :   Rektor Pastikan, Perketat Evaluasi Tatap Muka Dosen Selama Covid-19

Di tempat yang sama, Perpusataan sebagai jantung ilmu juga ikut menjadi sorotan rektor, rektor menilai harus ada evaluasi agar ada inovasi didalam pengelolaan perpustaan. ENG

Komentar

News Feed