oleh

Ribuan Warga Sulteng Terjaring Operasi Yustisi

SULTENG RAYA – Polda Sulawesi Tengah (Sulteng) telah menjaring ribuan warga dalam Operasi Yustisi yang digelar sejak 14 September 2020 sampai dengan tanggal 21 September 2020.

Hal itu disampaikan Kabid Humas Polda Sulteng, Kombes Pol Didik Supranoto usai apel pelepasan tim Operasi Yustisi dalam rangka penegakan hukum protokol kesehatan guna mencegah penyebaran Covid-19 di Sulawesi Tengah.

“Bahwa pelaksanaan Operasi Yustisi sudah dilaksanakan oleh jajaran Polda Sulteng sejak tanggal 14 September 2020 dan sampai dengan tanggal 21 September 2020, setidaknya telah menjaring pelanggar sebanyak 4.275, dengan jenis pelanggaran tidak memakai masker 3.687, tidak jaga jarak 440, dengan sanksi yang diberikan berupa teguran lisan 3.885, teguran tertulis 122, tindakan fisik berupa push up 282 dan sanksi sosial berupa memungut sampah di sekitar lokasi operasi 361,” sebut Didik, Kamis (24/9/2020). 

Baca Juga :   Lengkapi SIM dan STNK saat Berkendara, Pekan Depan, Operasi Zebra Tinombala Digelar

Kabid Humas Polda Sulteng, Kombes Pol Didik Supranoto meyebutkan, hari ini (Kamis kemarin) telah dilepas sepuluh tim Yutisi terdiri dari gabungan TNI, Polri, Satpol PP dan Dishub dengan jumlah 300 personil yang akan melaksanakan Operasi Yustisi di wilayah Kota Palu.

“Ada 11 titik yang menjadi lokasi kegiatan Operasi Yustisi hari ini (Kamis kemarin) di Kota Palu, yaitu di Jalan Malonda, Jalan Sudirman, Jalan RE. Martadinata, Jalan Monginsidi, Jalan Basuki Rahmat, Jalan Kuduri, Jalan Teuku Umar, Jalan Tanjung Satu, Jalan Dewi Sartika dan di Jalan I Gusti Ngurah Rai Palu,” sebut mantan Kapolres Kolaka itu.

Sementara, Kapolda Sulteng diwakili Wakapolda Sulteng, Brigjen Pol Hery Santoso yang bertindak selaku pimpinan apel dalam amanatnya mengatakan, Operasi Yustisi adalah merupakan tindak lanjut dari Inpres Nomor 6 tahun 2020, yaitu mengupayakan efektifitas penegakkan hukum terhadap pelanggaran protokol Kesehatan.

Baca Juga :   Diskominfo Sulteng Harap Videotron Jadi Sarana Informasi

“Di lingkungan Provinsi Sulawesi Tengah Bapak Gubernur juga sudah menerbitkan Peraturan Gubernur Nomor 32 tahun 2020 yang nantinya akan dijadikan landasan hukum untuk melaksanakan Operasi Yustisi ini,” kata Wakapolda Sulteng saat memimpin apel pelepasan Tim Operasi Yustisi yang juga dihadiri unsur forkopimda Sulteng, pejabat utama Polda Sulteng serta peserta apel dari Polri, TNI, Satpol PP dan Dinas Perhubungan Kota Palu yang berlangsung di Jalan Dr. Sam Ratulangi, depan Mapolda Sulteng, Kamis (24/9/2020) pagi.

Wakapolda Sulteng menuturkan, bersama DPRD Provinsi, Kabupaten dan Kota akan dilakukan percepatan pembuatan peraturan daerah yang nantinya akan dijadikan landasan dalam penegakkan hukum terhadap pelanggaran protokol kesehatan di setiap daerah.

Baca Juga :   Tips UMKM Sukses di Pasar Digital

“Walaupun dalam pelaksanaannya untuk sanksi administrasi denda belum dapat kita terapkan atau baru sebatas pemberian sanksi teguran lisan, teguran tertulis, tindakan fisik dan sanksi sosial,” ujarnya

Menurut Wakapolda, selama ini Polri, TNI dan unsur terkait sudah secara rutin melakukan patroli untuk melakukan pembinaan, pengawasan dan terus memberikan imbauan protokol kesehatan sebagaimana Instruksi Presiden.

Wakapolda Sulteng berharap, kepada tim Operasi Yustisi agar melaksanakan Operasi Yustisi secara simpatik dan humanis serta menghindari tindakan-tindakan yang anarkis dan diskriminatif. YAT

Komentar

News Feed