oleh

Wali Kota Hidayat: Mari Jaga Palu Tetap Kondusif

SULTENG RAYA – Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Palu selalu diperingati setiap 27 September tahun berjalan.

Tahun ini, dihitung sejak pmberntukan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 18 Tahun 1978 tentang Pembentukan Kota Administratif Palu pada 1978 silam, maka usia Kota Palu sebagai kota administratif sudah memasuki 42 tahun.

Di usianya ke-42, Wali Kota Palu, Hidayat mengajak seluruh elemen masyarakat Kota Palu untuk tetap menjaga ketertiban dan keamanan agar Ibu Provinsi Sulawesi Tengah itu tetap kondusif, sehingga diharapkan dapat menjadi daerah tujuan atau kota destinasi.

“Pada tanggal 27 September 2020 nanti itu, insyaAllah kita akan merayakan HUT ke-42 Kota Palu. Harapan saya, mari kita jaga Palu ini. Caranya, menjaga ketertiban dan keamanan, InsyaAllah, dua kali bencana yang kita hadapi ini, insyaAllah tetap kondusif,” kata Wali Kota Hidayat kepada Sulteng Raya, Selasa (22/9/2020).

Kedua, Hidayat mengajak seluruh elemen masyarakat Kota Palu untuk meningkatkan kesadaran kebersihan lingkungan dengan tertib membuang sampah pada tempatnya, serta membuang sampah pada waktu yang ditentukan, yakni sejak pukul 06.00 petang hingga pukul 06.00 pagi.

Selanjutnya, meningkatkan kesadaran dalam rangka merawat keindahan kota, seprti tidak merusak fasilitas yang telah dibangun Pemerintah Kota (Pemkot) Palu, seperti fasilitas di taman-taman, mrawat pohon yang telah ditaman dan lain sebagainya.

Baca Juga :   Diskominfo Sulteng Harap Videotron Jadi Sarana Informasi

“Semua itu telah kami kemas selama kempimpinan saya bersama Wakil Wali Kota Palu, Sigit Purnomo Said dalam konsep K5, yakni Kebersihan, Keindahan, Ketertiban, Keamanan dan Kenyamanan. Dan untuk mewujudkan K5 berjalan efektif, kami juga telah membentuk satuan tugas K5 di masing-masing kelurahan sejak 2017 lalu,” jelas Hidayat.

Kenapa harus K5? Karena, kata Hidayat, tidak ada jalan lain dalam membangun Kota Palu  lebih baik, kecuali menjadikan Kota Palu sebagai daerah destinasi atau kota tujuan wisatawan.

“Jika kita sadar K5, maka kunjungan orang ke Palu akan meningkat. Karena, orang yang mengunjungi Palu akan meninggalkan kesan Kota Palu adalah kota aman dan nyaman. Terlebih, Kota Palu tidak memiliki sumber daya lebih dari sektor pertanian, peternakan, perikanan dan sumber daya alam lainnya. Sehingga, tidak ada jalan lain, kita harus mewujudkan Kota Palu dari sektor jasa. Sekto destinasi atau pariwisatalah yang paling memungkinkan untuk dikembangkan di Kota Palu. Tetapi, K5 harus kita wujudkan,” tuturnya.

Selain itu, Hidayat juga berpesan kepada seluruh elemen masyarakat di Kota Palu agar lebih arif dalam menggunakan media social. Hentikan saling caci dan maki hingga saling fitnah. Sudah waktunya bersatu menjadikan Kota Palu lebih baik.

Baca Juga :   Hari Ini, Gubernur Sulteng Terima Penghargaan CNBC Indonesia Award

“Semoga kita lebih cerdas dalam emosional, spiritual, intelektual. Jangan kebencian terus yang ditebar,” pesannya.

Tidak lupa ia berpesan kepada masyarakat Kota Palu agar tetap waspada terhadap penybaran Covid-19. Tetap pakai masker, jaga jarak dan rajin cuci tangan pakai sabun.

“Mari kita sama-sama mengantisipasi penyebaran Covid-19. Mari kita selalu patuh protokol kesehatan,” ucapnya.

Segabai informasi tambahan, Kota Palu terbentuk atas hasrat sebagian masyarakat Sulawesi Tengah di Daerah Tingkat (Dati II) usai Indonesia merdeka untuk membentuk suatu wilayah baru yang lebih maju. Atas perjuangan terstruktur, terbentuklah Kota Administratif Palu berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 1978 tentang Pembentukan Kota Administratif Palu.

Dasar hukum pembentukan wilayah Kota Administratif Palu pada 27 September 1978 atas Dasar Asas Dekontrasi sesuai Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Pemerintahan Daerah. Kota Palu sebagai Ibukota Propinsi Dati I Sulawesi Tengah sekaligus Ibu Kota Kabupaten Dati II Donggala dan juga sebagai Ibu Kota Pemerintahan Wilayah Kota Administratif Palu. Palu merupakan kota kesepuluh ditetapkan Pemerintah menjadi kota administratif.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 4 Tanggal 12 Oktober 1994, Mendagri Yogi S Memet meresmikan Kota Madya Palu dan melantik Rully Lamadjido sebagai Wali Kota pertama (1994-2000).

Hingga sekarang, Kota Palu telah dipimpin enam Wali Kota. Setelah Rully Lamadjido, Kota Palu dipimpin Baso Lamakarate bersama wakilnya, Suardin Suebo (2000-2004). Pada 2004 Baso Lamakarate meninggal dunia. Posisinya digantikan wakilnya, Suardin Suebo sejak 17 Mei 2004 hinga12 oktober 2005.

Baca Juga :   Cuaca Buruk, Produksi Ikan Asin Menurun

Wali Kota keempat dipimpin Rusdy Mastura dan wakilnya Suardin Suebo (2005-2010). Selanjutnya, Rusdy Mastura kembali terpilih menjadi Wali Kota Palu untuk periode keduanya setelah memenangkan Pemilihan Wali Kota Palu pada 2010. Wakilnya saat itu adalah Mulhanan Tombolotutu  (2010-2015).

Pada 19 Oktober 2015, setelah berakhirnya masa pemerintahan Rusdy Mastura-Mulhanan Tombolotutu, Moh Hidayat Lamakarate ditunjuk menjadi penjabat Wali Kota Palu hingga 17 Februari 2016.

Melalui Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Palu dan Wakil Wali Kota Palu pada 2015 lalu, pasangan Hidayat-Sigit Purnomo Said keluar sebagai pemenag. Setelah meraih jumlah suara 54.895 atau 36,78 persen mengalahkan 3 pasangan lainnya, yakni Hadiyanto Rasyid-Wiwik Jumatul Rofi’ah dengan perolehan suara 40.483 atau 27,13 persen, pasangan Habsa Yanti Ponulele-Thamrin Samauna  perolehan suara 29.779 atau 19,95 persen serta pasangan Mulhanan Tombolotutu-Tahmidi Lasahido perolehan suara 24.082 atau 16,14 persen.

Hidayat-Sigit resmi menjabat sebagai Wali Kota Palu dan Wakil Wali Kota Palu (2016-2021), setelah dilantik Gubernur Sulteng, Longki Djanggola pada Rabu (17/2/2016). HGA

Komentar

News Feed