oleh

DJH Dokter Dermawan yang Maju Cabup Morut

Tak banyak orang di dunia ini rela mengorbankan diri tanpa imbalan atas jasa yang dilakukannya kepada orang lain. Mungkin itu cocok disematkan kepada dr Delis Jukarson Hehi (DJH), dia merupakan salah seorang  dokter asal Kabupaten Morowali Utara yang ketika menjadi tenaga kesehatan tidak meminta imbalan kepada pasiennya.

LAPORAN: IVAN TAGORA

Dokter Delis sapaan akrabnya, bisa disebut doker dermawan. Semasa masih mengabdi menjadi seorang tenaga kesehatan dia tidak pernah menentukan tarif berobat untuk pasien yang datang kepadanya, banyak diantara mereka digratiskan pengobatannya baik biaya konsultasi maupun obat. 

Dia melakukan itu karena merasa ingin mengabdikan diri kepada kemanusiaan dan sadar bahwa sebagian masyarakat sulit memperoleh pelayanan kesehatan yang layak hanya karena tak punya biaya untuk berobat. Waktu itu dia menjadi kepala Puskesmas Tomata semasa pemerintahan Bupati Morowali Anwar Hafid.

Memang pada saat yang sama dr Delis merupakan tenaga kesehatan yang berstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan ditugasi menjadi petinggi kesehatan ditingkat Kecamatan yang sekarang meliputi Kecamatan Mori Atas dan Mori Utara.

Baca Juga :   Waspada Investasi Bodong Berkedok Koperasi

Menurut salah seorang sumber, kala dia melayani masyarakat dr Delis menolak pemberian setelah selesai melayani mereka. 

“Kalau beliau melayani pasien orang susah atau orang tidak mampu maka digratiskan dengan obatnya. Biasanya juga pada saat di luar jam kerjanya, beliau masih menerima pasien di rumah, mereka dilayani di sana tanpa dipungut biaya apapun, sehingga mungkin itu yang membuat pak dokter banyak dikenal orang,” ujarnya, Rabu (23/9/2020).

Sumber ini mengatakan masyarakat yang datang berobat kepadanya berasal dari berbagai kalangan baik dari kalangan kaya maupun kalangan miskin. Semua pasien, tidak dikenai biaya. Artinya yang mau memberinya uang suka rela, biasanya masyarakat yang mempunyai uang banyak, akan memberinya imbalan konsultasi dengan meletakkan amplop berisi uang suka rela di meja konsultasi.

“Beliau menolak itu, bahkan ada masyarakat digratiskan berobat, pulang pun diberi biaya,” tuturnya.

Meskipun begitu, sumber yang juga orang dekatnya tidak menampik bahwa masyarakat yang menemuinya kadang berpendapat bahwa untuk berobat kepada seorang dokter harus keluar uang yang banyak. Dari pribadi yang dermawan ini warga setempat kemudian mendorong dia untuk menjadi seorang pemimpin di daerah agar mereka bisa merasakan sang dokter mengaplikasikan pelayanan seperti itu secara luas.

Baca Juga :   Diskominfo Sulteng Harap Videotron Jadi Sarana Informasi

Atas dorongan ini, Dokter Delis pun saat itu memilih untuk pensiun dini dan terjun ke dunia politik yang pada akhirnya mengantarkannya menjadi seorang anggota DPD RI Perwakilan Sulawesi Tengah di senayan. Semasa menjadi senator, kedermawannya ini tidak berakhir begitu saja, meski dia sedang berada di Ibukota, sang dokter masih mempedulikan masyarakat kurang mampu yang ingin merasakan pengobatan layak.

“Kalau beliau pulang ke kampung, orang-orang datang ke rumahnya di Desa Ronta untuk melakukan konsultasi kesehatan, beliau tidak pungut biaya, bahkan obat pun gratis tidak ada yang berbayar. Saat menjadi anggota DPD RI beliau menyiapkan rumah singgah sehat di Kota Makassar, tujuan rumah singgah sehat itu agar bisa menampung masyarakat yang berasal dari Daerah yang akan berobat di Kota Makassar secara gratis,” jelasnya. 

Baca Juga :   Hari Ini, Gubernur Sulteng Terima Penghargaan CNBC Indonesia Award

Disana Lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin, Makassar ini menyiapkan dapur, tempat tidur, ruang tamu dan fasilitasnya. Banyak pasien yang tidak punya keluarga di Kota Makassar, sehingga jika mereka berkenan akan diarakan untuk tinggal sementara di rumah singgah itu.

“Semuanya tidak dipungut biaya, bahkan beliau memberikan mereka biaya selama berobat disana,” imbuhnya.

Pada pilkada serentak tahun 2020, dr Delis Jukarson Hehi maju menjadi seorang peserta yang berpasangan dengan mantan birokrat H Djira Kendjo sebagai pasangan kandidat Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati Morowali Utara periode 2021-2024.

Keduanya mengusung jargon Morut Sehat, Cerdas dan Sejahtera. Mereka berniat maju untuk bisa mewujudkan keinginan masyarakat untuk memperoleh layanan kesehatan yang layak sesuai kebutuhan, memiliki sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni dan tentunya mewujudkan kesejahteraan serta kemakmuran rakyat demi kemajuan Daerah. VAN

Komentar

News Feed