oleh

10 Maba Untad di Nyatakan Gugur dalam PKKMB 2020

SULTENG RAYA- 10 Mahasiswa Baru (Maba) Universitas Tadulako (Untad) yang memberikan komentar kasar pada kolom komentar  di live streaming Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Untad 2020, dinyatakan gugur sebagai peserta PKKMB Untad 2020 dan tidak dapat melanjutkan untuk mengikuti PKKMB 2020.

Ketua PKKMB Untad 2020, Dr. Rusli, S.T.,M.T., mengatakan keputusan tersebut merupakan hasil keputusan bersama panitia PKKMB bersama dengan komisi disiplin Untad.

“Setelah kita melakukan diskusi bersama dengan Warek dan pihak komisi disiplin, diberikan wewenang kepada panitia PKKMB untuk memutuskan itu, maka hasil keputusannya yang kita sepakati bersama bahwa, 10 mahasiswa baru yang paling teridentifikasi melanggar dari 12 orang tersebut, dinyatakan gugur sebagai peserta PKKMB Untad 2020,” katanya Kepada Sulteng Raya saat ditemui diruang kerjanya Rabu (23/9/2020).

Baca Juga :   IAIN Palu Dorong Dosen Lakukan Pengabdian Masyarakat Berbasis Riset

Ia juga mengatakan, terkait status kemahasiswaan para Maba tersebut pihaknya tidak memiliki wewenang untuk mencabut, karena hal itu merupakan wewenang pihak komisi disiplin untuk memutuskan apakah Maba tersebut masih terdaftar sebagai Mahasiswa Untad ataupun diberhentikan. “Untuk mencabut itu wewenang komisi disiplin, karena didalam tatib kami tidak menguraikan itu,” katanya.

Untuk itu, melalui kejadian ini dirinya berharap agar para maba untuk menjadikan ini sebagai pengalaman, agar tidak melakukan pelanggaran dan perbuatan yang tidak terpuji, ia juga menghimbau kepada para Maba yang masih akan melanjutkan PKKMB di tingkat fakultas agar berhati-hati dan tetap mengutamakan etika dalam mengikuti kegiatan PKKMB.

“Jika melanggar tatib yang sudah disusun panitia, maka kami sangat tegas untuk memberikan sangsi, dan saya pikir sebagian besar mahasiswa sudah sadar melalui kejadian ini mereka tentunya sudah jera untuk melakukan itu lagi karena belajar dari pengalaman mereka,” katanya

Baca Juga :   Kepsek Mengharapkan Sekolah Kembali Dibuka Tahun Depan

“Etika itu penting apalagi dalam dunia pendidikan, itu hal yang harus menjadi dasar atau pegangan bagi para intelektual, lingkungan atau dunia pendidikan itu bukan sekadar mengajar tapi harus mendidik juga, orang pintar banyak tapi pintar juga harus punya etika,” ucapnya menambahkan.JAN

Komentar

News Feed