oleh

BPOM di Palu Ungkap Tiga Kasus Obat-Kosmetik Ilegal

SULTENG RAYA – Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) di Palu bersama Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tengah berhasil menindak tiga kasus obat dan kosmetik tanpa izin edar alias ilegal selama September 2020.

Kepala BPOM di Palu, Fauzy Ferdiansyah, mengatakan, hasil penindakan itu berasal dari dua daerah di Sulteng, yakni Kabupaten Sigi dan Kabupaten Banggai.

“Adapun hasil operasi tinggal di alamat Desa Bahagia, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi. Penjual melanggar pasal 197 dan pasal 198 UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Barang bukti berupa obat keras daftar G, obat tradisional dan kosmetika yang tidak memiliki izin edar. Jumlah 115 item 1135 pcs dengan nominal Rp39,756 juta,” jelas Fauzy Ferdiansyah saat konferensi pers di Kantornya Jalan Undata Kota Palu, Rabu (23/9/2020).

Baca Juga :   Polda Sulteng Janji Bakal Proses Kasus Qidam

Selanjutnya, sarana distribusi kosmetik di Jalan Poros Kulawi, Desa Maku Kecamatan Dolo Kabupaten Sigi, melanggar pasal 197 UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Barang bukti berupa kosmetika yang tidak memiliki izin edar dengan jumlah 31 item sebanyak 1.778 pcs dengan total nominal Rp42,579 juta.

Kemudian, hasil operasi penindakan di Loka Banggai, sarana distribusi obat tradisional Jalan Sam Ratulangi, Luwuk, melanggar pasal 197 UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Barang bukti berupa obat tradisional tidak memiliki izin edar sejumlah 11 item atau 289 pcs dengan total nominal Rp20,614 juta.

“Kami terus berkomitmen untuk melindungi masyarakat Indonesia dari peredaran obat dan makanan ilegal yang dapat membahayakan kesehatan dan keselamatan masyarakat,” tutur Fauzy Ferdiansyah.

Baca Juga :   BPOM di Palu Galakkan Pengawasan Pangan Olahan

BPOM di Palu mengimbau pelaku usaha terus mentaati peraturan yang berlaku. Masyarakat juga diharapkan agar lebih proaktif dalam memilih obat, obat tradisional, suplemen kesehatan dan kosmetik yang dibeli, terutama untuk pembelian secara online dan ingat selalu ‘Cek KLIK’.

“Cek kemasandalam kondisi baik, baca informasi pada label, pastikan memiliki izin edar Badan POM, dan tidak melebihi masa kadaluawarsa,” tuturnya. RHT

Komentar

News Feed