oleh

Jelang Musim Tanam, Stok Pupuk Petrokimia Gresik Melimpah

SULTENG RAYA – Perusahaan solusi agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia, PT Petrokimia Gresik menyediakan stok pupuk bersubsidi sejumlah 6.069 ton dan pupuk non subsidi Phonska PLUS sejumlah 427 ton untuk menghadapi musim tanam kedua di tahun 2020 di Provinsi Sulawesi Tengah.

Jumlah tersebut, sangat cukup  dari ketentuan pemerintah. Rincian pupuk  bessubsidi yaitu ZA 829 ton, SP-36  474 ton, NPK Phonska 4.334 ton, dan Petroganik 432 ton.

Perwakilan Petrokimia Gresik Wilayah Sulawesi Tengah, Roni menyampaikan, dalam penyaluran pupuk bersubsidi Petrokimia Gresik berpedoman pada Peraturan Menteri Pertanian No. 10 Tahun 2020 Tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Pertanian No. 01 Tahun 2020 Tentang Alokasi dan Harga Eceran Tertinggi Pupuk Bersubsidi Sektor Pertanian Tahun Anggaran 2020.

Baca Juga :   Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Honda Gelar Uji Kompetensi Guru SMK

“Dalam Permentan tersebut pupuk subsidi yang harus disalurkan PT Petrokimia Gresik di Provinsi Sulawesi Tengah adalah 33.071 ton,” tutur Roni dalam keterangan tertulis yang diterima Sulteng Raya, Rabu (23/9/2020).

Hingga Agustus 2020, Petrokimia Gresik sudah menyalurkan 29.856,78 ton atau 90.28 persen. Rincian realisasi penyaluran per jenis pupuknya adalah pupuk ZA tersalur 5.420,95 ton dari alokasi 6.597 ton atau 82.17 persen, SP-36 tersalur 1.568,35 ton dari alokasi 1.677 ton atau 93.52 persen, NPK Phonska tersalur 22.065,20 ton dari alokasi 22.720 ton atau 97.12 persen, dan Petroganik 802,28 ton dari alokasi 2.077 ton atau 38.63 persen.

Dalam pendistribusian pupuk bersubsidi, PT Petrokimia Gresik berpedoman pada Permendag No.15/M-DAG/PER/4/2013 Tentang Pengadaan dan Penyaluran Pupuk Bersubsidi Untuk Sektor Pertanian. Salah satu ketentuan dalam Permendag tersebut adalah produsen harus menjamin ketersediaan stok untuk kebutuhan dua pekan kedepan.

Baca Juga :   Harga Ikan Asin di Pasar Manonda Turun

“Untuk penyalurannya kami menyesuaikan alokasi pupuk subsidi yang telah ditetapkan dalam SK Dinas Pertanian Provinsi Sulawesi Tengah, melihat data total penyaluran pupuk bersubsidi sudah mencapai 90 persen , PG juga menyiapkan stok pupuk non-subsidi sebagai solusi bagi petani yang kebutuhan pupuknya tidak teralokasi dalam skema subsidi yaitu Phonska PLUS. Oleh sebab itu, jika pupuk bersubsidi dikatakan langka itu tidak tepat, namun bila terjadi kekurangan, itu mungkin, karena faktor alokasi pupuk bersubsidi tidak menjangkau seluruh kebutuhan petani,” katanya.

NPK Phonska Plus memiliki kandungan unsur hara N 15 %, P 15 %, K 15%, Plus S 9% dan Zink 2.000 ppm, untuk komoditas tanaman pangan, hortukultura, dan perkebunan. Penyediaan stok pupuk non subsidi ini merupakan bagian dari komitmen PT Petrokimia Gresik dalam mendukung program ketahanan pangan nasional dan pertanian berkelanjutan di Indonesia.

Baca Juga :   Pegadaian Palu Melaksanakan Webinar Meningkatkan Inklusi Keuangan

“Di Sulteng, kami memiliki 7 gudang penyangga dengan kapasitas 13.345 ton, 9 distributor, dan 221 kios. Kepada distributor dan kios kami mengimbau agar menyalurkan pupuk subsidi sesuai aturan yang berlaku. Berpegang teguh pada prinsip 6 Tepat, yaitu Tepat Tempat, Tepat Harga, Tepat Jumlah, Tepat Mutu, Tepat Jenis, dan Tepat Waktu. Kami tidak segan menindak tegas para distributor dan kios jika menyelewengkan atau melanggar aturan dalam menyalurkan pupuk bersubsidi,” pungkas Roni.*/RHT

Komentar

News Feed