oleh

Peduli Desa Rogo, Mahasiswa KKN Unismuh Palu Salurkan Bantuan

SULTENG RAYA- Pasca Desa Rogo, Kecamatan Dolo Selatan, Kabupaten Sigi, diterjang banjir bandang, Senin (14/9/2020) malam, mengakibatkan sekitar 60 rumah warga terendam lumpur, dan sedikitnya 14 rumah warga rusak berat, serta 27 rusak ringan, membuat mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Palu berinisiatif menyalurkan bantuan.

Ahad (20/9/2020), sejumlah perwakilan mahasiswa peserta KKN angkatan ke-XXI Unismuh Palu beserta sejumlah dosen pendamping mendatangi langsung desa tersebut, sekaligus menyalurkan bantuan berupa beras, mie instan, minuman kemasan, minyak goreng, perlengkapan mandi, pakaian, dan Pampers Lansia. 

Rombongan ini diterima langsung oleh Sekretaris Desa (Sekdes) Rogo, Ajmain Ramadhan, S.Ap di Posko.

Sekdes Rogo atas nama warga mengucapkan banyak terima kasih atas kunjungan dan bantuan tersebut dengan harapan bantuan itu akan bernilai ibadah di sisi Allah SWT.

Baca Juga :   SPENSA Palu Wakili Sulteng KSN 2020 di Tingkat Nasional

Sekdes juga mengisahkan kepada rombongan tentang musibah yang menimpa desanya diakibatkan oleh luapan sungai setempat, termasuk kerusakan yang ditinggalkan. “Total ada 60 rumah warga terendam lumpur. Sebanyak 41 rumah rusak berat, 27 rusak sedang. Belum lagi ratusan hektar lahan persawahan dan kebun rusak,” ujar Ajmain.

Sementara itu, salah seorang dosen pendamping Nasrulhak Akkas, SE., MM atas nama Rektor Unismuh Palu, Dr. Rajindra SE., MM, mengucapkan keprihatinan yang mendalam atas musibah yang menimpa warga Desa Rogo, Kecamatan Dolo Selatan, Kabupaten Sigi.

Berharap, warga desa dapat segera bangkit dan tidak larut atas musibah tersebut. “ Allah tidak akan menguji hamba-Nya di luar batas kemampuan hambanya itu, olehnya jangan berlarut-larut  atas musibah ini, harus segera bangkit,”kata Nasrulhak.

Baca Juga :   Komitmen Jadikan Jumat Berkah Sebagai Rutinitas, SPENSA Terus Berbagi

Ia mengatakan, sepengetahuannya Warga Sigi adalah orang-orang kuat, sebagaimana warga Kota Palu, karena telah melewati ujian yang maha dasyat tanggal 28 September 2018, dan terbukti mampu survive hingga hari ini.

Ia melanjutkan, apa yang diserahkan hari itu, semoga dapat meringankan beban warga yang tengah diuji. “Jangan dilihat jumlahnya, namun ini adalah bagian dari bentuk kepedulian peserta KKN, dengan harapan ini dapat meringankan beban warga,”ujarnya lagi. ENG 

Komentar

News Feed