oleh

Anak Tidak Boleh Lagi Putus Sekolah Karena Faktor Ekonomi

SULTENG RAYA – Wali Kota Palu, Hidayat harap seluruh anak di Kota Palu bisa menempuh pendidikan formal, minimal tingkat sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP).

Sejak 2017 lalu, seluruh sekolah di bawah naungan Pemerintah Kota (Pemkot) Palu, yakni SD dan SMP di wilayah itu sudah digratiskan.

Wali Kota Hidayat, memastikan, meski SD dan SMP sudah digratiskan dan mampu dijangkau masyarakat, namun kualitas pendidikan tetap diutamakan.

Alhamdulillah, dengan segala upaya kita dalam mengelola APBD, pendidikan formal di bawah naungan Pemerintah Kota Palu, mampu kita gratiskan. Sehingga tidak ada lagi pungutan-pungutan di sekolah. Tidak ada lagi alasan ekonomi bagi masyarakat yang tidak bersekolah,” kata Wali Kota Hidayat saat menyerahkan secara simbolis ijazah paket B dan C bagi Satuan Pendidikan Non Formal (SPNF) dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) di kelurahan Tatura Utara, Selasa (22/9/2020).

Baca Juga :   Realisasi Dana Stimulan Tahap II Rp403 Miliar

Kebijakan pendidikan murah dan berkualitas itu, merupakan upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan generasi di Kota Palu. Diakuinya, selama ini masih banyak masyarakat di Kota Palu belum sempat mengikuti pendidikan formal di sekolah, baik tingkat SD, SMP, maupun SMA.

“Paling banyak (masyarakat tidak sekolah) karena persoalan ekonomi,” kata Wali Kota Hidayat.

Selain menggratiskan pendidikan, Wali Kota Hidayat menegaskan, tidak ada lagi pungutan liar (pungli) di sekolah di bawah naungan Pemkot Palu.

“Tidak boleh lagi ada pungutan-pungutan liar di sekolah di bawah naungan Pemkot Palu. Semua sekolah juga harus sama rata dan tidak ada yang lebih menonjol,” katanya.  

Di bawah kepemimpinan Wali Kota Hidayat bersama wakilnya, Sigit Purnomo Said, persoalan kesehatan juga menjadi program prioritas Pemkot Palu setelah pendidikan, khususnya pelayanan di Puskesmas dengan menggratiskan biaya pelayanan mulai pukul 15.00 Wita hingga 20.00 Wita.

Baca Juga :   Tak Masuk DPT, Warga Diakomodir Dalam DPTb

“Ada dua kebutuhan dasar manusia tersebut sudah kita penuhi semua. Betul-betul kita gratiskan semua,” ujarnya.

Di akhir sambutan, Wali Kota Hidayat mengajak masyarakat menyambut pesta demokrasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2020 dengan kegembiraan, setop caci maki dan saling fitnah.

“Persoalan siapapun yang jadi Wali kota dan gubernur, itu sudah diatur oleh Allah SWT. Mari kita bangun  rasa kekeluargaan, kegotongroyongan dan toleransi di antara kita,” tandasnya.

Sebagai informasi tamabahan, SPNF dan PKBM merupakan pendidikan non-formal untuk memfasilitasi memiliki ijazah setara SMP dan SMA.HGA

Komentar

News Feed