oleh

Dinas PUPRP Parmout Layani Kebutuhan Air Pelanggan

SULTENG RAYA – Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPRP) Kabupaten Parigi Moutong (Parmout), mengoperasikan dua unit mobil tangki untuk melayani kebutuhan air bagi para pelanggan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Kota Parigi dan sekitarnya.

Hal itu dilakukan karena belum beroperasinya saluran pipa air bersih pascakerusakan pipa induk di sungai Parigimpu akibat banjir melanda wilayah Kota Parigi beberapa waktu lalu.

Pelaksana tugas harian (Plh) Kepala Dinas PUPRP Kabupaten Parmout, Rivai mengatakan, dua mobil tangki itu beroperasi setiap hari di beberapa desa dan kelurahan secara bergilir.

“Ada dua unit mobil tangki yang kami operasikan untuk memenuhi kebutuhan air para pelanggan SPAM. Hari ini (kemarin) kembali beroperasi setelah istirahat pada hari Minggu,” ujar Rivai kepada Sulteng Raya usai menghadiri rapat paripurna di DPRD Parmout, Senin (21/9/2020).

Baca Juga :   Angka Stunting di Parmout Menurun

Sementara, untuk perbaikan penyambungan pipa induk yang putus dihantam banjir kata Rivai, sudah hampir rampung. Posisi pipa induk berukuran besar yang putus tersebut sudah sejajar, kemudian dilanjutkan dengan proses pengelasan.

“Pipa yang putus sudah diangkat dan sudah dalam posisi sejajar. Proses selanjutnya adalah pengelasan. Tim kami terpaksa harus memikul genzet ke atas yang akan digunakan untuk pengelasan pipa,” jelas Rivai.

Rivai memperkirakan, proses pengelasan itu membutuhkan waktu sekitar dua hingga tiga hari. “Proses pengelasan pipa membutuhkan waktu sekitar dua hingga tiga hari. Jika proses pengelasan tersebut selesai, maka saluran air akan kembali lancar seperti semula. Semoga tidak ada lagi hambatan dalam proses pengelasan tersebut,” jelasnya.  

Baca Juga :   Wabup Parmout Tinjau Proyek Fasilitas Pendidikan dan Jalan

Diberitakan sebelumnya, saluran air SPAM di Kota Parigi dan sekitarnya terganggu akibat putusnya pipa induk yang diterjang banjir beberapa waktu lalu. Ada lima titik kerusakan pada pipa induk tersebut. AJI

Komentar

News Feed