oleh

Bank Sulteng Menyalurkan Kredit Kacang Tanah di Kabupaten Sigi

SULTENG RAYA – Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bank Sulteng melaksanakan launching penyaluran kredit kacang tanah kepada kelompok tani di Desa Sidera, Kacamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi, Kamis (17/9/2020).

Direktur Bank Sulteng, Rahmat Haris, mengatakan, penyaluran tersebut sebagai bentuk komitmen memajukan pertanian di Kabupaten Sigi dinilai sangat potensial jika digarap baik. Tahap awal, penyaluran kredit diserahkan kepada 19 petani kacang tercatat sebagai debitur kredit.

Adapun lahan akan digarap yakni 20 hektar. Selajutnya, pemberian plafon kredit sebesar Rp15 juta per debitur. Mekanisme pencairan tidak langsung dicairkan secara tunai kepada petani penggarap tetapi melalui mekanisme yang telah disepakati Bank Sulteng selaku pemberi kredit dan PT Gunanusa Eramandiri selaku offtaker.

Offtaker ini yang kemudian akan memfasilitasi seluruh segmentasi niaga, mereka juga yang akan membeli produksi kacang petani. Bahkan mereka siap membeli kacang hingga luasan produksi 500 hektar,” tuturnya.

Baca Juga :   CMSE 2020 BEI Digelar Virtual

Rahmat kemudian berujar, action tersebut tidak akan habis di 20 hektar. Pihaknya akan mengakomodasi keinginan dari PT Gunanusa Eramandiri. Usai panen 20 hektar tersebut, Bank Sulteng akan melanjutkan penyaluran hingga 200 hektar dan bertahap hingga angka 500 hektar.

“Mereka ini terpanggil untuk mengalihkan serapan. Diketahui, perusahaan ini salah satu yang terbesar, mereka menguasai pasar, 60 persen produk mereka impor. Nah, mereka akan ambil di Kabupaten Sigi, sehingga mengurangi impor,” tuturnya.

Bahkan, bukan hanya kacang tanah yang akan diserap, jika ada komoditas lain yang memungkinkan diserap, PT Gunanusa Eramandiri juga akan menyerap hasil bumi seperti jagung, dan sebagainya.

“Dari sini, kita perlu mendorong keinginan petani kita untuk lebih semangat dalam menggeliatkan pertanian di Kabupaten Sigi. Sigi sangat potensial dan telah dikenal dengan hasil bumi sebagai sektor utama yang menggerakkan perekonomian,” katanya. RHT

Baca Juga :   BSM Didaulat BPKH Sebagai Pemberi Layanan Kustodian Senilai Rp5,5 Triliun

Komentar

News Feed