oleh

Wali Kota Urai Makna Budaya dan Adat Dalam Visi Pemkot Palu

SULTENG RAYA – Wali Kota Palu, Hidayat didaulat menjadi salah satu narasumber kegiatan Diskusi Kebangsaan diselenggarakan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia di salah satu hotel di Palu Kamis (7/9/2020).

Pada kesempatan itu, Wali Kota Hidayat menjelaskan makna tema budaya dalam visi pembangunan Pemerintah Kota (Pemkot) Palu. Menurutnya, tema budaya dalam visi Pemkot Palu merupakan budaya dalam konteks nilai, yaitu nilai toleransi, kegotongroyongan dan kekeluargaan.

Ketiga nilai tersebut, kata dia, merupakan nilai dasar dari nilai-nilai Pancasila sangat dijunjung tinggi masyarakat Kaili dan ingin diwujudkan kembali Pemkot Palu agar daerah tetap aman, damai dan tentram.

“Kalau kita melihat Kota Palu sebelum tahun 2016 lalu, sering terjadi konflik antarkelurahan, sehingga membuat resah masyarakat. Alhamdulillah, saat ini hampir tidak terjadi lagi konflik-konflik tersebut, karena kita mulai wujudkan kembali nilai toleransi, kekeluargaan dan kegotongroyongan di tengah masyarakat,” jelas Wali Kota Hidayat.

Baca Juga :   Sumpah Pemuda Sebagai Refleksi untuk Jadi Lebih Baik

Meski begitu, kata dia, potensi terjadinya kembali konflik masih besar. Olehnya, Pemkot Palu membentuk Satgas K5 atau Kebersihan, keindahan, Ketertiban, Keamanan dan Kenyamanan serta Lembaga Adat untuk menjaga ketiga nilai tadi.

Sementara itu, tema adat di dalam visi Pemkot Palu sebenarnya bukan tari-tarian dan lainnya, namun adat berarti aturan mengatur tatanan kehidupan manusia.

“Ada tiga aturan yang mengatur hubungan manusia dengan manusia baik perilaku, perbuatan dan ucapan serta satu aturan yang mengatur hubungan manusia dengan alam,” ungkapnya.

Pada diskusi dengan tema ‘Kontekstualisasi Nilai-nilai Pancasila dalam Dunia Pendidikan di Kota Palu’ itu dihadiri para guru PKN dari beberapa sekolah di bawah naungan Pemkot Palu.HGA

Baca Juga :   Smelter Nikel Bakal Dibangun di KEK Palu

Komentar

News Feed