oleh

OJK-Pemkab Sigi Dorong Inklusi Keuangan Daerah Melalui TPAKD

SULTENG RAYA – Dalam upaya mendukung Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dan peningkatan ekonomi serta pemerataan kesejahteraan masyarakat, Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sigi membentuk Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) yang terdiri dari Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Sigi sebagai anggotanya, Kamis (17/9/2020).

Sebagaimana diketahui oleh OJK dan Pemkab Sigi, TPAKD merupakan forum koordinasi antar instansi dan Stakeholders untuk meningkatkan percepatan akses keuangan di daerah dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi daerah serta mewujudkan masyarakat yang lebih sejahtera.

Kepala OJK Sulteng, Gamal Abdul Kahar dalam sambutannya pada acara pengukuhan TPAKD Kabupaten Sigi di Kecamatan Sidera mengatakan, melalui forum TPAKD diharapkan kemitraan strategis antara OPD dan pelaku industri jasa keuangan dapat menciptakan sumber-sumber ekonomi kerakyatan yang baru, memperluas kesempatan kerja, dan mewujudkan pemerataan ekonomi di daerah ini.

Baca Juga :   Care Indonesia Bantu Warga di Huntara Petobo

Berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kabupaten Sigi tahun 2020-2025, visi daerah Kabupaten Sigi yakni ‘Pertanian Berbasis Konservasi Sumber Daya Alam dan Berbudaya’ yang dijabarkan dalam salah satu misi yaitu peningkatan dan pengembangan sektor pertanian. Tujuan pembangunan pertanian di Kabupaten Sigi hingga 2025 adalah sektor pertanian yang berkualitas dan terintegrasi dengan sektor pariwisata, industri dan perdagangan sehingga mampu menjadikan Kabupaten Sigi sebagai pusat ekonomi baru.

Dikatakan Gamal, Kabupaten Sigi merupakan salah satu daerah di Sulteng yang memiliki lahan pertanian yang subur dengan kondisi iklim dan tanah yang mendukung sektor pertanian.

Sektor pertanian merupakan sektor yang memberikan peranan penting dalam peningkatan taraf hidup masyarakat serta penopang pembangunan, baik dari segi penyediaan bahan baku, bahan pangan, serta sebagai daya beli bagi produk yang dihasilkan oleh sektor lain.

Baca Juga :   Kapolres Sigi: Wartawan Adalah Mitra Kerja Polri!

“Secara alamiah, pembangunan harus didukung oleh perkembangan sektor pertanian yang kuat baik dari segi penawaran maupun segi permintaan. Dengan kuatnya sektor pertanian maka pertanian akan mampu mendukung dan membuat jalinan dengan sektor ekonomi lain,” katanya.

Dalam rangka mendukung upaya pemerintah guna mewujudkan pembangunan berkelanjutan, TPAKD Kabupaten Sigi yang diinisiasi Bank Sulteng mempunyai satu program yakni penyaluran kredit mikro kacang tanah sebagai bentuk pengembangan atas potensi pertanian di Kabupaten Sigi.

Sebagai informasi, pada tahap awal penyaluran kredit kacang tanah diberikan kepada sebanyak 19 debitur dengan total lahan 20 hektar. Selajutnya pemberian plafon kredit sebesar Rp15 juta per debitur. Mekanisme pencairan tidak langsung dicairkan secara tunai kepada petani penggarap tetapi melalui mekanisme yang telah disepakati Bank Sulteng selaku pemberi kredit dan PT Gunanusa Eramandiri selaku offtaker.

Baca Juga :   Kapolres Sigi: Wartawan Adalah Mitra Kerja Polri!

OJK mengharapkan sinergi yang telah terjalin dengan baik antara Pemda, OJK dan pelaku IJK dapat terus ditingkatkan khususnya dalam rangka menciptakan sumber ekonomi kerakyatan baru, memperluas kesempatan kerja dan mewujudkan pemerataan ekonomi menuju Kabupaten Sigi yang maju, mandiri dan berdaya saing.*/RHT

Komentar

News Feed