oleh

Ini Kendala BNI Palu Menyalurkan Pembiayaan di Pasigala

SULTENG RAYA – PT Bank Negara Indonesia (BNI) (Persero) Tbk., Area Palu mengaku mengalami kendala dalam akselerasi penyaluran sejumlah pembiayaan perbankan seperti KUR produk kredit lainnya, khususnya daerah terdampak bencana 2018 silam.

Hal itu dikemukakan Wakil Pimpinan Cabang BNI Palu, Harvy dalam Coffe Morning ‘Kerja sama Ekonomi dan Keuangan Daerah Dalam Rangka PEN di Provinsi Sulawesi Tengah’ yang diselenggarakan Satker Kemenkeu di Sulteng, Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Sulteng di Aulanya Jalan Tanjung Dako Kota Palu, Selasa (15/9/2020).

Diterangkannya bahwa, sejumlah regulasi berada di BI Cheking atau SLIK OJK membuat hierarki debitur prospek BNI Palu memiliki riwayat pembiayaan di leasing menjadi ‘batu sandungan’ pihaknya menyalurkan pembiayaan.

Baca Juga :   Empat Desa di Mamosalato Dialiri Listrik

Hal itu memiliki kaitan erat dengan upaya restrukturisasi pembiayaan pada 2018 silam yang sampai saat ini masih berlaku bagi debitur twrdampak Covid-19.

“Rata-rata calon debitur kami yang punya fasilitas di leasing, berbagai pembiayaan yang mereka lakukan. Pada saat gempa itu kan mereka diberikan penangguhan, namun dalam SLIK tunggakannya mereka tetap jalan,” jelas Harvy.

“Jadi tercatat di hierarki pembiayaan mereka masuk kategori call 5 di SLIK atau masuk kategori macet. Dikonfirmasi ke debitur mereka sampaikan, kami diberikan penangguhan ada enam bulan, satu tahun. Nah, dari situ, mereka yang punya riwayat sesuai regulasi kita tidak bisa menyalurkan pembiayaan kepada mereka,” katanya.

Namun, pihaknya telah berupaya untuk terus menyalurkan pembiayaan. Dan kendala tersebut, kata dia, terus dikomunikasikan kepada OJK selaku regulator program SLIK.

Baca Juga :   Bank Mandiri Mengenalkan Digiresto ke Pelaku IKM Binaan Disperindag

“Kami juga sudah diskusi dengan OJK terkait hal ini, komunikasi terus kita bangun untuk kemudian mencari jalan keluarnya seperti apa. Ini jadi kendala kami, kalau mereka masuk call 5 dalam SLIK, pusat tidak akan melakukan pengucuran dana. Padahal kredit mereka bahkan hanya smartphone,” ungkapnya.

Disamping itu, pihaknya juga terus melakukan penyaluran dana PEN yang dimandatkan kepada BNI selaku Bank BUMN penyalur bersama dengan Bank BUMN lainnya.

“Kami dari BNI tidak pernah berhenti menyalurkan baik KUR maupun kredit diatas Rp500 juta. Kami menitik beratkan kepada Palu, Sigi, Donggala. Kami sampai saat ini masih terus melakukan restrukturisasi pembiayaan nasabah terdampak bencana. Di daerah ini cukup signifikan angkanya yang harus kita restrukturisasi,” tuturnya. RHT

Baca Juga :   OJK-FK IJK Bantu Gawai dan Wifi Anak di Huntara

Komentar

News Feed