oleh

Sensus Night, BPS Sulteng Data Masyarakat Nomaden

SULTENG RAYA – Setiap pertengahan bulan di bulan sensus, Badan Pusat Statistik (BPS) se-Indonesia menetapkan melaksanakan sensus night. Sensus tersebut yakni mendata penduduk yang nomaden atau berpindah-pindah tempat sebagai bentuk optimalisasi pendataan sensus.
Hal itu pula yang dilakukan BPS se-Sulteng. Pelaksanaan itu dipimpin langsung Kepala BPS Sulteng, Dumangar Hutauruk bersama tim sensus BPS Sulteng, BPS Palu dan BPS Sigi, Selasa (15/9/2020) malam, dari pukul 17.00 wita sampai dengan pukul 06.00 wita.
“Seperti biasa memang, dalam pelaksanaan satu bulan penuh selalu kita tentukan satu hari yang kita sebut hari sensus atau sensus night dipertengahan bulan. Yang kita data bukan penduduk yang memiliki tempat tinggal, justru yang nomaden,” katanya kepada Sulteng Raya disela pembekalan tim sensus.
Dumangar menjelaskan, adapun sasaran tempat pendataan penduduk seperti di terminal, pelabuhan, stasiun, emperan toko, tempat fasilitas umum, trotoar hingga manusia gerobak.
“Jadi baik itu yang tunawisa, maupun penduduk yang datangnya dari kapal, sasaran kita juga pasar, terminal dimana tempat-tempat yang kita anggap banyak masyarakat yang nomaden,” ungkapnya.
Pelaksanaan sensus night kemudian berhasil dilaksnakan tim sampai pukul 06.00 wita. “Dengan upaya jemput bola ini, kita berharap data yang akan dihasilkan dari sensus penduduk 2020 akan maksimal sehingga merepresentasikan keadaan penduduk yang sebenar-benarnya,” tutup Dumangar. RHT

Baca Juga :   Pemkot Palu Target Pendapatan Daerah Rp1,2 Triliun

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed