oleh

Penyaluran PEN Bank Mandiri Palu Capai Rp169 Miliar

SULTENG RAYA – PT Bank Bank Mandiri (Persero) Tbk., Area Palu per 31 Agustus 2020 telah menyalurkan sebanyak Rp169,942 Miliar dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di Sulawesi Tengah.

“Telah disalurkan ke UMKM di Provinsi Sulawesi Tengah dan Kabupaten Mamuju Utara. Penyaluran ini dibagi menjadi Rp 83,308 miliar untuk Segmen Small Medium Enterpeise dan Rp 84,221 miiyar untuk segmen mikro,” jelas Area Transaction & Funding Manager Bank Mandiri Area Palu, Yusuf Lamsana Lumban Tobing kepada Sulteng Raya, Senin (14/9/2020).

Ia mengatakan, pihaknya terus berkomitmen menyalurkan dana PEN di Sulteng untuk pemulihan perekonomian di tengah pandemi Covid-19.

“Bank Mandiri Area Palu berharap dengan penyaluran Kredit PEN dan solusi transaksi online yang diberikan oleh Bank Mandiri dapat meningkatkan serta memajukan kembali usaha UMKM dan mendorong pemulihan kembali perekonomian nasional, khususnya di Sulawesi Tengah,” ungkapnya.

Baca Juga :   CMSE 2020 BEI Digelar Virtual

BANK MANDIRI LAMPAUI TARGET

Sementara itu, secara nasional, Wakil Direktur Utama Bank Mandiri, Hery Gunardi, menyatakan, total penyaluran kredit PEN oleh Bank Mandiri hingga 9 September 2020 mencapai Rp 34,7 triliun disalurkan kepada 90 ribu debitur.

“Kami berkomitmen untuk terus memacu penyaluran kredit tersebut agar menjangkau lebih banyak lagi masyarakat, dengan mengoptimalkan jaringan di berbagai wilayah Indonesia dan infrastruktur digital Bank Mandiri, sehingga dapat mendorong perekonomian nasional,” kata Hery Gunardi.

Keseluruhan kredit tersebut disalurkan untuk kegiatan produktif. Jika dilihat dari segmen usaha debitur, penyaluran dana PEN ke pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) Rp14,98 triliun kepada lebih dari 90 ribu debitur. Dalam penyalurannya, Bank Mandiri tidak hanya menyasar debitur eksisting, namun juga debitur baru. Bahkan, seluruh debitur penerima pembiayaan PEN untuk segmen KUR merupakan debitur baru.

Baca Juga :   Bank Mandiri Mengenalkan Digiresto ke Pelaku IKM Binaan Disperindag

Pencapaian penyaluran kredit dari penempatan uang negara tersebut hingga awal September 2020 telah melebihi dari target awal yang ditetapkan. Bank Mandiri pada Juni 2020 mendapatkan penempatan dana sebesar Rp 10 Triliun dari Pemerintah. Lewat penempatan dana tersebut, Bank Mandiri ditargetkan mampu me-leverage dana PEN menjadi pinjaman untuk UMKM sebesar tiga kali lipat pada akhir September 2020.

Selain menggunakan jaringan dan infrastruktur konvensional, guna memacu penyaluran kredit Bank Mandiri juga mengoptimalkan kanal digital seperti “Mandiri Pintar”. Optimalisasi kanal digital ini mampu memangkas rantai administrasi dalam pengajuan kredit mikro produktif untuk segmen UMKM sehingga proses bisnis menjadi lebih ringkas dan cepat.

Melalui aplikasi ini, tenaga pemasar kredit mikro dapat langsung memproses pengajuan kredit, cukup via gawai (smartphone) kepada nasabah dalam waktu yang lebih cepat. Prosesnya hanya dibutuhkan 15 menit, setelah tenaga pemasar mengajukan data debitur melalui Mandiri Pintar. Aplikasi ini juga dapat melayani pengajuan kredit mikro produktif baru maupun top up kredit mikro produktif eksisting.

Baca Juga :   32 Desa se-Sulawesi Sudah Nikmati Pertashop

Percepatan penyaluran kredit yang dilakukan oleh Bank Mandiri ini adalah wujud komitmen peseroan dalam mendukung program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Melalui peningkatan dan perluasan pembiayaan diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja. Program ini juga diharapkan dapat meningkatkan ketahanan pangan, serta mendukung sistem logistik nasional yang menghadapi konraksi akibat Pandemi Covid-19.

“Kami optimis dengan jaringan dan infrasruktur yang kami miliki serta optimalisasi kanal digital yang kian memudahkan akses masyarakat terhadap pembiayaan akan membuat penyaluran kredit semakin cepat dan luas. Kita berharap melalui upaya ini dapat turut mendorong pemulihan ekonomi nasional,” tutur Hery. RHT/ROL

Komentar

News Feed