oleh

Bawaslu Poso Siap Proses Gugatan Pasangan Ari – Vivin

SULTENG RAYA – Gugatan sengketa Pilkada yang diajukan kuasa hukum Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) Mohammad Syarif Rum Machmoed dan Vivin Baso Ali (Ari- Vivin), saat ini sedang diproses pihak Bawaslu kabupaten Poso terkait kelengkapan berupa uraian laporan pihak pengadu.

Seperti diketahui, pasangan Syarif Rum Machmoed dan Vivin Baso Ali merupakan salah satu Bapaslon yang ikut mendaftar ke KPU Poso pada 6 September 2020 lalu terkait keinginan pasangan tersebut untuk menjadi peserta dalam Pilkada sebagai calon bupati dan wakil Bupati Poso.

Namun, karena KPU Poso menilai berkas dokumen milik pasangan Ari – Vivin tidak memenuhi syarat, akhirnya pada saat itu pihak KPU Poso menyatakan menolak pasangan Ari – Vivin sebagai salah satu bakal calon yang akan mengikuti Pilkada serentak di Poso, sebagai calon Bupati dan Wakil Bupati Poso.

Buntut dari penolakan tersebut melalui kuasa hukumnya pasangan ari – Vivin mengajukan gugatan sengketa Pilkada kepada pihak Bawaslu Poso pada tanggal 9 September 2020 beberapa hari lalu.

Sebagaimana dibenarkan salah seorang Komisioner Bawaslu Kabupaten Poso, Christian Oruwo. SH, MH, bahwa pihanyak telah menerima gugatan sengketa Pilkada yang diajukan pasangan Ari – Vivin. Dimana laporan tersebut telah di plenokan pihak Bawaslu Kabupaten Poso, dengan kesimpulan agar pihak pengadu untuk melengkapi uraian laporan yang telah diajukan.

“Dalam pleno pihak kami menemukan hal yang harus dilengkapi, dimana dalam masa 3 hari kerja pihak pengadu harus melengkapi laporan uraian permohonan” tutur Christian Oruwo yang yang juga menjabat Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Kabupaten Poso, Jumat (11/9/2020).

Lebih jauh kata Christian, jika nantinya laporan uraian pengadu telah dilengkapi dan di terima pihak Bawaslu Poso, sebagaimana tahapan yang berlaku, maka akan memasuki tahap musayawarah tertutup dengan melibatkan antar pengadu dalam hal ini pihak Ari – Vivin dan yang teradu, dalam hal ini pihak KPU Kabupaten Poso.

“Jika natinya tidak ada putusan pada musyawarah tertutup ini, proses selanjutnya adalah musyawarah terbuka,” pungkas Christian.SYM

Baca Juga :   Kasus Pencemaran Nama Baik Bupati Poso, Terdakwa Sampaikan Pembelaan Dihadapan Hakim

Komentar

News Feed