oleh

Wayan Murtama Akan Direkomendasi untuk Dinonaktifkan

SULTENG RAYA – Anggota DPRD Parigi Moutong (Parmout), Wayan Murtama yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penggunaan ijazah palsu terancam dinonaktifkan sebagai anggota DPRD Parmout. Pasalnya yang bersangkutan sudah dua kali mengambaikan panggilan dari Badan Kehormatan (BK) DPRD Parmout.

Ketua DPRD Parmout, Sayutin Budiyanto menyesalkan sikap Wayan Murtama yang mengabaikan panggilan BK tersebut.

Padahal katanya, BK hanya akan meminta klarifikasi dari yang bersangkutan terkait kasus tersebut.

“Tatkala ada anggota DPRD bermasalah dengan hukum, maka Badan Kehormatan punya kewajiban untuk memanggil dan bertanya untuk mengklarifikasi karena itu menjadi bagian dari kode etik DPRD. Tatkala dua kali dipanggil tidak hadir, maka pada panggilan ketiga tidak hadir lagi, kita akan merekomendasikan kepada partai politiknya bahwa anggota dewan dari Partai Perindo tidak patuh terhadap Badan Kehormatan,”ujar Sayutin usai menghadiri kegiatan pemusnahan barang bukti (babuk) kasus perkara pidana umum di halaman Kantor Kejaksaan Negeri Parmout, Kamis (10/9/2020).

Baca Juga :   Memeriahkan HDKD, LPKA Palu Nobar Bersama Andik

Sayutin menegaskan, DPRD Parmout akan menyurati Partai Perindo jika Wayan Murtama kembali mangkir untuk ketiga kalinya dari panggilan BK.  Surat tersebut katanya berupa rekomendasi DPRD Parmout kepada Partai Perindo untuk menonaktifkan Wayan Murtama. 

Namun demikian kata Sayutin, bila perkara kasus tersebut sudah masuk dalam proses pengadilan, maka yang bersangkutan akan dinonaktifkan berdasarkan keputusan BK.

“JIka kasusnya sudah masuk dalam proses persidangan di pengadilan, maka Badan Kehormatan akan bersidang untuk sementara menonaktifkan yang bersangkutan sebagai anggota dewan. Kalau sementara non aktif berarti dia hanya menerima gaji pokok,”jelas Sayutin.

Ditanya kemungkinan akan langsung dilakukan Pergantian Antar Waktu (PAW) terhadap yang bersangkutan, menurut Sayutin hal itu bisa saja terjadi, tergantung dari keputusan Partai Perindo setelah yang bersangkutan mengabaikan panggilan BK.

Baca Juga :   Gubernur Harap Pejabat Pemda Bersinergi Berantas Korupsi

“PAW Setelah kita surati tergantung partai politiknya mengajukan atau tidak sambil menunggu putusan inkhract beliau. Nah kalau sudah inkhract otomatis kita akan meminta partai politiknya untuk segera mengajukan pergantian antar waktu,”pungkasnya.

Seperti diberitakan, Wayan Murtama ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Sulteng dalam kasus dugaan tindak pidana penggunaan ijazah palsu. Penetapan tersangka terhadap anggota dewan dari daerah pemilihan (dapil) III Parmout tersebut diketahui setelah adanya surat dari Polda Sulteng tentang penetapan tersangka Wayan Murtama yang ditujukan kepada Ketua DPRD Parmout dengan tembusan Badan Kehormatan (BK) DPRD Parmout.

Dalam surat itu disebutkan, bahwa Subdit III Direktorat Reskrim Umum Polda Sulteng melakukan penyidikkan atas dugaan tindak pidana pemalsuan, dengan cara Wayan Murtama diduga telah menggunakan ijazah terakhirnya dalam hal ini ijazah yang diterbitkan oleh pihak SMA PGRI II Palu berupa, satu lembar Surat Tanda Tamat Belajar (STTB) SMA atas nama Wayan Murtama, dengan nomor seri No.24 OB.Oe 0375916, tanggal 25 Mei 1996. Ijazah tersebut digunakan sebagai salah satu kelengkapan syarat untuk mengikuti pemilihan calon legislatif 2019 Kabupaten Parmout sebagai salah satu perwakilan dari DPC Perindo Kabupaten Parmout. Diketahui bahwa saat ini oleh terlapor telah terpilih dan dilantik menjadi anggota DPRD Kabupaten Parmout. Juga disebutkan surat tersebut, Wayan Murtama dijerat dengan pasal 264 KUHPidana, pasal 266 KUHPidana dan pasal 263 KUHPidana. AJI

Baca Juga :   PKBI JMK OXFAM Bangun Jaringan Air Bersih di 7 Desa Terdampak Bencana

Komentar

News Feed