oleh

Kejari Parmout Musnahkan Babuk Kasus Pidum

SULTENG RAYA – Kejaksaan Negeri (Kejari) Parigi Moutong (Parmout) memusnahkan barang bukti (babuk) kasus Pidana Umum (Pidum) di halaman Kantor Kejari Parmout, Kamis (10/9/2020). Babuk yang dimusnahkan tersebut merupakan babuk kasus pidum dalam perkara yang sudah berkekuatan hukum tetap (inkracht) terdiri dari kasus narkotika sebanyak 47 perkara, perlindungan anak 24 perkara, senjata tajam (sajam) empat perkara, perikanan dua perkara dan judi satu perkara.

Adapun babuk yang dimusnahkan terdiri dari, narkotika jenis sabu seberat 630 gram bruto, alat hisap bong 28 buah, korek api gas 30 buah, sajam 14 buah, timbangan digital enam buah, pakaian sebanyak 230 helai, alat bom ikan 47 botol, alat selam kaki katak empat pasang, kaca mata selam tiga buah, selang pernapasan tiga buah serta dayung kayu sebanyak tiga buah.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Parmout, Muhamat Fahrorozi SH MH mengatakan, peredaran narkotika jenis sabu yang terjadi di Kabupaten Parmout sudah sangat besar.

Baca Juga :   Positif Covid-19 di Morowali Bertambah Dua Orang

Bahkan katanya masih banyak babuk perkara narkotika jenis sabu yang nantinya akan dimusnahkan menunggu inkracht nya perkara tersebut.

“Sekali lagi saya sampaikan, bahwa banyak generasi mudah kita meninggal setiap tahun dan sia-sia begitu saja karena narkoba, sehingga dalam kesempatan ini saya mengajak para undangan yang hadir untuk menyatakan perang besar terhadap narkoba,”tegas Fahrorozi.

Fahrorozi juga memerintahkan kepada jaksa-jaksa di Kejari Parmout agar tidak main-main dalam penanganan perkara, tidak hanya perkara narkotika saja, tetapi juga perkara-perkara lainnya.

“Jaksa harus profesional, proporsional dan berhati nurani, sebagaimana amanat Jaksa Agung bahwa hati nurani tidak pernah tercatat di dalam buku, dan pegang teguh Tri Krama Adhyaksa,”tegasnya.

Baca Juga :   Tidak Pakai Masker Didenda Rp50 Ribu

Kepada generasi muda dan khalayak umum di Kabupaten Parmout, Fahrorozi mengingatkan untuk melakukan kegiatan positif daripada harus bergumul dengan barang haram narkoba jenis apapun serta minuman keras.

Acara pemusnahan babuk tersebut juga ditandai dengan penandatanganan berita acara pemusnahan oleh para pejabat yang hadir yakni Kajari Parmout, Wabup Parmout, Badrun Nggai, Ketua DPRD Parmout, Sayutin Budianto, Kapolres Parmout AKBP Andi Batara Purwacaraka, SH SIK dan beberapa pejabat lainnya.

Pantauan media ini, acara pemusnahan babuk diawali dengan pembakaran babuk secara simbolis oleh para pejabat, kemudian dilanjutkan dengan pemusnahan babuk sabu dengan cara direbus dalam air mendidih diatas kompor serta pemotongan sajam menggunakan alat pemotong mesin. AJI

Baca Juga :   Positif Covid-19 di Morowali Bertambah Dua Orang

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed