oleh

Dinas Dukcapil Diminta Programkan Dukcapil Menyapa Masyarakat

SULTENG RAYA – Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri (Dirjen Dukcapil Kemendagri), Zudan Arif Fakrulloh, memberikan arahan di acara Webinar bertajuk “Apakah Dukcapil Sudah Dipercaya oleh Masyarakat?”.

Webinar yang dihadiri oleh jajaran Pejabat Tinggi Pratama (Eselon II)  di lingkup Ditjen Dukcapil Kemendagri, Kepala Dinas Dukcapil Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Indonesia digelar secara daring melalui aplikasi Zoom, Selasa (8/9/2020) pukul 10.00 WIB.

Dalam webinar tersebut, Zudan terlebih dahulu menjelaskan bahwa motivasi webinar tidak lain adalah aplikasi konsep ‘the power of repetition’, dimana Zudan kembali menyapa, berdiskusi dan berdialog dengan jajarannya di daerah untuk menyelesaikan berbagai permasalahan yang ada, khususnya dalam hal peningkatan kualitas layanan administrasi kependudukan.

Baca Juga :   Delapan Daerah Sumbang 36 Kasus Positif Corona

“Saya ingin lebih sering menyapa teman-teman karena saya percaya dengan satu pendekatan ‘the power of repetition’, yaitu kekuatan dari kemauan kita untuk selalu berdiskusi, berdialog dan berkomunikasi secara terus menerus. Kekuatan yang tumbuh karena kesediaan kita untuk sabar selalu berbenah. Kalau sekali belum berhasil kita ulang 2 kali, tiga kali sambil dibenahi terus menerus,” ujarnya.

Berdasarkan hasil telisik Zudan ke berbagai media sosial, setidaknya terdapat lima hal yang sering kali disampaikan oleh masyarakat tentang kualitas pelayanan administrasi kependudukan, yakni: pertama, masyarakat masih mendapati adanya calo dan pungli (pungutan liar); kedua, banyak syarat tambahan termasuk untuk membuat akta kelahiran; ketiga, masih lambatnya pencetakan KTP-el; keempat, yakni masalah konsolidasi data; dan kelima, masalah nomor antrean habis di loket-loket layanan.

Baca Juga :   Warga Tatanga Minta Pendataan PKH Diperjelas

Untuk menyelesaikan masalah itu Zudan menginstruksikan kepada semua Kepala Dinas Dukcapil Provinsi dan Kabupaten/Kota untuk berani transparan dan mau membuka diri untuk berdialog dan menyapa langsung masyarakat rutin sebulan dua kali atau lebih bagus lagi bila bisa seminggu sekali.

“Programkan Dukcapil Menyapa Masyarakat (DMM) agar bisa menangkap harapan masyarakat, keluhan masyarakat, masalah yang ada di masyarakat dan berikan solusi” demikian dia memungkasi pembicaraan.*/WAN

Komentar

News Feed