oleh

Realisasi Dana Covid-19 di Parmout 43,70 Persen

SULTENG RAYA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Parigi Moutong (Parmout) mengalokasikan anggaran untuk penanganan Covid-19 sebesar Rp26 miliar. Dari jumlah tersebut ternyata sudah terpakai sebanyak 43,70 persen.  Hal itu terungkap pada rapat evaluasi pengunaan anggaran kegiatan pencegahan dan pengendalian Covid-19 yang dipimpin oleh Wakil Bupati (Wabup) Parmout, H Badrun Nggai, SE di ruang kerjanya, Senin (7/9/2020).

Wabup,Badrun Nggai menjelaskan, semua  Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait yakni BPBD, Dinas Kesehatan, Dinas LH, Dinas Sosial, Dinas Perindag dan RS Anuntaloko telah mengunakan dan mengelola anggaran sesuai peruntukannya dalam hal pencegahan dan pengendalian Covid-19 di wilayah Kabupaten Parmout.  Dia berharap dana Covid-19 disiapkan bisa terealisasi sesuai dengan kebutuhan.

“Kita bisa perhitungkan berapa kebutuhan dalam penanganan Covid-19 di bidang kesehatan, keamanan dan bidang ekonomi. Dengan perhitungan kebutuhan yang matang maka pekerjaan terealisasi dengan baik,”ujar Wabup Badrun.

Baca Juga :   Positif Covid-19 di Morowali Bertambah Dua Orang

Wabup Badrun menambahkan,  dalam waktu dekat Pemkab Parmout akan menerbitkan surat edaran bupati tentang pelaksanaan tugas pos Covid-19 di perbatasan Moutong yang telah disesuaikan dengan edaran Gubernur Sulawesi Tengah, dan Peraturan Bupati Parmout tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Kabupaten Parigi Moutong.

“Surat edaran dan Perbup masih dalam penyusunan melalui BPBD dan Bagian Hukum. Setelah selesai akan langsung disosialisasikan dan terapkan,” jelasnya.

Sementara itu  Kepala Bidang Anggaran Badan Pemgelolaan Keuangan dan Aset Daerah, Dian Pravita Sari, SE, MAP mengatakan, realisasi pengunaan dana Covid-19 per bulan Agustus 2020 sudah mencapai 43,70 persen.

Baca Juga :   Tidak Pakai Masker Didenda Rp50 Ribu

Terkait penangganan Covid -19 di wilayah Kabupaten Parmout katanya sampai saat ini proses penanganannya berjalan begitu ketat dan sudah sesuai harapan.

“Ini semua tidak terlepas dari kedisiplinan masyarakat dalam mematuhi aturan yang diberlakukan pemerintah walaupun kita juga sempat kecolongan,” ungkap Pravita.

Rapat evaluasi tersebut dihadiri oleh perwakilan dari Bappelitbangda, BPBD, BPKAD, Dinas Kesehatan, Dinas LH, Dinas Sosial, Dinas Perindag, Sat Pol-PP, RS. Anuntaloko, RS Tombolotutu, Bagian Hukum, Bagian Organisasi dan Tatalaksana, Ketua Tim Penanganan Pasien Covid, 19 dr. Muhammad Mansyur, SpPD dan  Juru Bicara Tim Gugus Covid-19 Kabupaten Parmout, Irwan, SKM,MKes. AJI

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed