oleh

Residivis Narkoba Kembali Ditangkap

SULTENG RAYA – Setelah menjalani hukuman sebagai terpidana kasus narkotika jenis sabu, seorang residivis inisial FA kembali ditangkap jajaran Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Sulawesi Tengah (Sulteng), Jumat (4/9/2020) pukul 14.00 wita.

Kabid Humas Polda Sulteng, Kombes Pol Didik Supranoto didampingi Direktur Ditresnarkoba, Kombes Pol. Aman Guntoro saat merilis kasus tersebut di ruang Lobi Polda Sulteng, Selasa (8/9/2020) menjelaskan, tim Ditresnarkoba berhasil melakukan penangkapan di bengkel ABE Jalan Garuda dengan tersangka berinisial SSW (32), karyawan swasta warga Jalan Garuda, Kelurahan Birobuli Utara, Kecamatan Palu Selatan yang diketahui menguasai narkotika jenis sabu sebanyak 21,28 gram.

“Masih dihari yang sama pukul 18.30 wita tim Ditresnarkoba Polda Sulteng kembali menangkap seorang laki-laki inisial MP (27) di Jalan Asam III, Kelurahan Kabonena, Kecamatan Ulujadi, Kota Palu, berikut barang bukti yang ditemukan di dalam kaleng wafer berupa 17 bungkus sabu paketan sekitar kurang lebih 50 gram dan 12 bungkus sabu paketan sekitar kurang lebih 1 gram atau total 891,35 gram,” sebut Didik.

Baca Juga :   Hingga Agustus, Kekerasan Perempuan dan Anak Capai 101 Kasus

Lebih lengkap Kabid Humas menerangkan, dari tersangka MP inilah diketahui pemilik sabu 891,35 gram adalah FA (29) warga di Jalan Mayampae Perum Griya Baliase Bumi Mulia, Desa Boya, Baliase, Kecamatan Marawola, Kabupaten Sigi.

“Malam itu juga FA dilakukan pengejaran dan hasil kerjasama dengan Polres Parigi Moutong saudara FA berhasil ditangkap di wilayah tersebut pada saat akan melakukan perjalanan ke Poso,” jelas mantan Kapolres Kolaka itu.

Didik menegaskan, penyidik saat ini terus melakukan pengembangan terhadap jaringan FA yang sudah diketahui identitasnya. “Doakan semoga tim kami dapat segera menangkapnya,” harap mantan Wadirreskrimum Polda Sulteng itu.

Diketahui, FA merupakan narapidana dalam kasus narkoba dan telah dijatuhi hukuman 8 tahun 2 bulan, karena adanya pandemi Covid-19 sehingga mendapat bebas bersyarat atau asimilasi pada bulan Maret 2020 lalu, hukuman tersebut rupanya tidak membuat jera yang bersangkutan. YAT

Baca Juga :   Pemkot Palu Didesak Bentuk Tim Penanganan Banjir

Komentar

News Feed