oleh

Perbankan Syariah Kejar Penyaluran KUR

SULTENG RAYA – Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mencatat, terdapat tiga bank yang sedang mengurus perizinan untuk menjadi lembaga penyalur kredit usaha rakyat (KUR) syariah. Mereka adalah PT Bank Syariah Mandiri (Mandiri Syariah), Unit Usaha Syariah Bank Pembangunan Daerah (UUS BPD) DI Yogyakarta, dan UUS Bank Kalsel. Ketiga perbankan tersebut masih menunggu lampu hijau termasuk dari regulator.

Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko Bidang Perekonomian Iskandar Simorangkir menyatakan, pemerintah tidak menetapkan target peresmian tiga lembaga penyalur KUR syariah itu.

“Bergantung kesiapan mereka, khususnya kesiapan sistem SIKP (Sistem Informasi Kredit Program) dan persetujuan OJK (Otoritas Jasa Keuangan),”ujarnya saat dihubungi Republika, Senin (7/9/2020).

Sampai saat ini, Iskandar menjelaskan, sudah ada empat lembaga yang menyalurkan KUR syariah ke debitur. Di antaranya, PT Bank BRI Syariah Tbk, UUS Bank Jateng dan UUS Bank Riau Kepri. Terbaru, PT Bank BNI Syariah, sudah ditunjuk resmi sebagai penyalur per Rabu (2/9/2020) dan mendapatkan plafon Rp 700 miliar sepanjang 2020.

Baca Juga :   Astra Ajak Generasi Muda Lestarikan Lingkungan

Asisten Deputi Pasar Modal dan Lembaga Keuangan Kemenko Bidang Perekonomian Gede Edy Prasetya menuturkan, perkembangan tahapan pengajuan dari masing-masing calon lembaga penyalur KUR syariah berbeda-beda. Bank Syariah Mandiri, misalnya, masih menunggu rekomendasi dari OJK. “Sehingga, kita tunggu sampai rekomendasinya keluar,” ucapnya.

Apabila sudah mendapatkan rekomendasi, bank harus membangun SIKP dengan Kementerian Keuangan dan membangun sistem informasi dengan perusahaan penjamin. Selanjutnya, melakukan perjanjian kerja sama pembiayaan dengan kuasa pengguna anggaran (KPA), yang dalam hal ini adalah Kementerian Koperasi dan UKM.

Sementara itu, Gede menjelaskan, UUS BPD DIY dan BPD Kalsel baru saja mengajukan izin untuk menjadi lembaga penyalur. Pihak Kemenko Perekonomian kini sedang melakukan analisis pengajuan tersebut.

Gede berharap, tambahan dari calon-calon lembaga penyalur ini akan berdampak signifikan terhadap penyaluran KUR syariah. “Mudah-mudahan bisa meningkatkan KUR syariah jadih lebi baik lagi,” tuturnya.

Berdasarkan data Kemenko Perekonomian, penyaluran KUR Syariah tahun ini sampai dengan akhir Juli sudah berada pada posisi Rp 2,8 triliun yang disalurkan kepada sekitar 78 ribu debitur. Sebanyak Rp 2,6 triliun di antaranya disalurkan pada semester pertama. 

Baca Juga :   Kantor BRI Syariah di Morowali Resmi Dibuka

Total realisasi penyaluran KUR Syariah sejak Agustus 2015 sampai 31 Juli 2020 mencapai Rp 5,1 triliun. Program ini telah menjangkau lebih dari 182 ribu debitur.

KERJA SAMA PEMBIAYAAN

Sementara itu, PT Bank Syariah Mandiri (Mandiri Syariah) bersinergi dengan pengembang perumahan atau developer PT Repower Indonesia Asia Tbk dalam menawarkan pembiayaan kepemilikan rumah dengan prinsip syariah. Sinergi dituangkan dalam penandatanganan kerja sama pada Senin (7/9/2020).

 

RCEO Mandiri Syariah Jakarta Deden Durachman mengatakan, Mandiri Syariah ingin membuka akses selebar-lebarnya bagi masyarakat yang membutuhkan produk layanan syariah, termasuk kepemilikan rumah. Mandiri Syariah menawarkan produk Griya Berkah yang dapat diakses oleh masyarakat di seluruh outlet Mandiri Syariah di Indonesia. 

“Kerja sama dengan Repower Asia Indonesia merupakan salah satu upaya kami,” katanya.

Griya Berkah menawarkan nilai pembiayaan kepemilikan rumah mulai Rp 300 juta hingga maksimal Rp 5 miliar untuk rumah tapak dan apartemen. Pembiayaan ini juga dapat digunakan untuk pembelian maupun take over

Baca Juga :   OJK -SRO Selenggarakan Media Gathering Pasar Modal 2020

Khusus untuk program tersebut, Mandiri Syariah memberikan penawaran kepemilikan rumah dengan sejumlah kemudahan. Hal itu di antaranya subsidi angsuran ringan dan program sosial orang tua asuh selama dua tahun, hadiah keberangkatan porsi haji dan emas senilai 50 gram, serta marjin setara 6,75 persen yang nilainya tetap selama lima tahun. Program ini diperuntukkan bagi segmen customer base bank maupun umum yang memiliki preferensi layanan keuangan secara syariah.

Mandiri Syariah juga memberi kemudahan dalam akses pengajuan pembiayaan. Saat ini, nasabah dapat mengisi formulir pengajuan pembiayaan kepemilikan rumah secara daring yang dapat diakses melalui ponsel.

Deden menyampaikan, di tengah pandemi, pembiayaan Griya Berkah Mandiri Syariah posisi Juni 2020 masih dapat tumbuh positif sebesar 11,8 persen (yoy). Kualitas pembiayaan disebut terjaga karena fokus pada targeted segment. REPUBLIKAONLINE/RHT

Komentar

News Feed