oleh

Orangtua-Sekolah Diharapkan Saling Dukung

SULTENG RAYA – Pemkot Palu melalui Dinas Pendidikan dan kebudayaan (Disdikbud) Kota Palu, mengharapkan pihak sekolah dan orangtua saling mendukung demi kelancaran penerapan pembelajaran tatap muka di sekolah yang nantinya akan segera dilakukan untuk mengakomodasi kebijakan Pemerintah Pusat.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu, Ansyar Sutiadi mengatakan bahwa penerapan akan sukses diterapkan jika orangtua mendukung seluruh keperluan pencegahan Covid-19.

Menurutnya, hal itu dilakukan semata memberikan rasa aman dan membuat peserta didik memulai kebiasaan baru ketika bersekolah. Jika demikian, kata dia, maka pemerintah selaku pemangku kebijakan akan sangat terbantu dan merasa aman dalam menjalankan regulasi.

“Pihak sekolah dan orangtua harus saling mendukung sehingga pembukaan sekolah tidak menjadi masalah, kalau tidak siap kita tutup. Jika saat dibuka mereka tidak mematuhi SOP yang sudah kita sediakan maka akan kita tutup kembali. Karena kami mengutamakan keselamatan peserta didik,” kata Kadis kepada Sulteng Raya Ahad (30/8/2020).

Baca Juga :   Pengamat Sebut Pilkada Tidak Perlu Ditunda

Sehubungan dengan itu, kesiapan tanaga pengajar juga sangat penting, terlepas dari mengkhawatirkan penerapan protokol kesehatan pada peserta didik. Guru juga harus siap baik sebagai patron dalam menjalankan protokol.

“Misalnya, gurunya tidak boleh lambat datang, harus mereka terlebih dahulu datang dari peserta didiknya, kami sudah cantumkan di protokol yang sudah disiapkan bahwa 30 menit sebelum murid datang. Guru harus sudah berada disekolah, karena mereka harus menjaga di depan sekolah untuk mengukur suhu tubuh peserta didik, termasuk menyiapkan ruangan yang sudah steril, harus terkontrol semua sebelum masuk ke kelas,” kata orang nomor satu di Disdikbud Palu itu.

“Itukan harus diarahkan itu semua harus dipastikan, terkait itu juga orangtua terlibat dan harus bertanggungjawab, memastikan anaknya dalam kondisi sehat saat ingin pergi kesekolah, kemudian dia harus melengkapi dengan APD, dia juga harus pastikan anaknya sampai disekolah dia sendiri yang harus mengantarkan anaknya, kemudian dia harus bekali anaknya dengan makanan karena kita tidak mengijinkan kantin untuk dibuka,” katanya menambahkan.

Baca Juga :   Pasien Covid-19 di Palu, 58 Dirawat, 58 Sembuh, Tujuh Meninggal Dunia

Bahkan, menurut Kadis, saat kembali kerumahpun peserta didik harus dipastikan dijemput tepat waktu. Ia kembali menegaskan bahwa betapa pentingnya kerjasama antara guru dan orangtua ketika kebijakan ini diterapkan.

“Karena itu saya sudah mengimbau para guru ketika orangtua tidak mendukung kita bisa saja memberikan sangsi ya kembali belajar di rumah, dalam protokol pedidikan itu semua sudah kita atur, insyaallah besok akan kita berikan sosialisasi kepada semua guru yang sekolahnya sudah kita pilih untuk dijadikan simulasi ada sekitar 18 sekolah. Kemudian sekolah akan mengundang orangtua murid untuk menyampaikan itu juga,” ucapnya mengakhiri. JAN

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed