oleh

Ayo! Jaga Keluarga Lewat Program ‘Berjarak’

SULTENG RAYA – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Provinsi Sulawesi Tengah mengimbau kepada seluruh masyarakat, terutama para orangtua, menjaga keluarga melalui program Bersama Jaga Keluarga Kita (Berjarak) Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) guna mencegah terjadinya kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Kepala Bidang (Kabid) Perlindungan Hak Perempuan dan Hak Khusus Anak DP3A Sulteng, Sukarti, mengatakan, imbauan tersebut dilakukan karena selama Juli 2020, DP3A Sulteng  mencatat terjadi 209 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Kumala Digifest

“Jumlah tersebut meningkat jika dibandingkan Juni 2020 dengan 19 kasus. Oleh karena itu, kami (DP3A Sulteng) khususnya bidang perlindungan hak perempuan dan hak khusus anak mengimbau kepada seluruh masyarakat terutama orangtua untuk sama-sama saling menjaga keluarga kita melalui program ‘Berjarak’,” kata Sukarti kepada Sulteng Raya, Ahad (30/8/2020).

Baca Juga :   Ketua Pansus Beri Penjelasan Perbedaan Nominal Ranperda APBD 2021

Dalam program Berjarak KemenPPPA, terdapat 10 aksi menjaga keluarga selama Pandemi Covid-19. Beberapa di antaranya, yakni tetap di rumah, hak perempuan dan anak terpenuhi, alat perlindungan diri tersedia, menjaga diri, keluarga dan lingkungan serta menjaga jarak fisik.

Selain program Berjarak, DP3A Sulteng juga mengimbau para orangtua agar memberikan pengawasan intens kepada anak, guna menghindari hal-hal tidak dikehendaki. Apalagi, selama masa pandemi Covid-19 semua serba terbatas.

“Orangtua menghadapi keterbatasan, begitu pula dengan anak yang bisa memicu terjadinya stres atau hal-hal tidak diinginkan. Hal itu perlu pengendalian diri dan jangan lengah terhadap anak, karena bisa saja terjadi hal tidak diinginkan terhadap anak seperti pergaulan bebas yang bisa menimbulkan masalah baru,” ujarnya.

Baca Juga :   Harga Bapok di Pasar Tradisional Masih Stabil

Ia juga menjelaskan upaya lain dilakukan DP3A Sulteng dalam mencegah terjadinya kekerasan terhadap perempuan dan anak yakni sosialisasi dengan mengundang tokoh-tokoh masyarakat. Namun umumnya, sosialisasi pencegahan tersebut lebih banyak dilakukan dengan memanfaatkan social media.

Salah satu contohnya yakni mengimbau masyarakat agar membuat kelompok-kelompok dan mengaktifkan media sosial dilingkungannya. Hal itu bertujuan ketika terjadi hal tidak diinginkan, warga lain dilingkungan tersebut dapat segera membantu.

“Kami juga mempunyai kontak pengaduan ketika terjadi kekerasan yakni kontak UPTD perlindungan perempuan dan anak berada di Jalan Kartini Kota Palu. Jadi siapa saja bisa mengadukan. Misalnya, terjadi kekerasan baik terhadap perempuan maupun anak bisa langsung mengadukan, termasuk bapak-bapak yang mengalami kekerasan,” jelas Sukarti.

Baca Juga :   MUI Sulteng Deklarasikan Konsep Wasathiyatul Islam

“Apabila menghadapi, melihat atau mengetahui adanya kekerasan yang terjadi baik di lingkungan rumah tangga maupun lingkungan publik mohon untuk dilaporkan ke UPTD perlindungan perempuan dan anak dengan nomor kontak 082347123444,” lanjutnya. NDY

Komentar

News Feed