oleh

Parmout Belum Bisa Penuhi Permintaan Serbuk Kayu dari Korsel

SULTENG RAYA – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Parigi Moutong (Parmout) belum bisa memenuhi permintaan serbuk gergaji atau serbuk kayu dari Pemerintah Korea Selatan (Korsel).

Hal itu terungkap pada rapat koordinasi persiapan rencana kerjasama Pemda Parmout dengan Pemerintah Korsel yang dilaksanakan secara daring (dalam jaringan) dengan menggunakan aplikasi meeting online di ruang rapat Wakil Bupati (Wabup) Parmout, Rabu (26/8/2020).

Kumala Digifest

Wabup Parmout, H Badrun Nggai didampingi Wakil Ketua DPRD, Faisan dan beberapa kepala OPD mewakili Pemda Parmout dalam rapat koordinasi tersebut.

Pemerintah Korsel melalui juru bicaranya, Mr. Chan Inhwan mengatakan, Pemerintah Korsel khususnya wilayah Provinsi Jeollabuk membutuhkan serbuk gergaji atau serbuk kayu untuk diekspor ke wilayahnya sebagai alas kandang hewan pengerat.

Baca Juga :   Bawaslu Parmout Rakor Stakeholder PilGub 2020

Selain itu kata Mr. Chan, Pemerintah Korsel menawarkan ekspor pupuk organik ke Kabupaten Parmout. Sebagai bahan uji coba,  pihaknya akan mengekspor satu konteiner terlebih dahulu apabila telah terjalin kesepakatan.

Menanggapi permintaan Pemerintah Korsel tersebut, Wabup Badrun mengatakan, Pemda Parmout belum memiliki serbuk gergaji hasil pengrajin kayu yang higienis, sebab para pengrajin kayu dalam melakukan pengolahan berada di luar ruangan.

“Serbuk kayu kami belum higienis sebab para pengrajin kayu bekerja di luar ruangan bukan di dalam ruangan. Serbuk kayunya sudah terkontaminasi sehingga belum cocok untuk alas kandang ternak seperti hamster,” tutur Wabup Badrun.

Namun pada kesempatan itu, Wabup Badrun menawarkan sekam padi sebagai pengganti serbuk kayu untuk dijadikan alas kandang hewan pengerat. Tidak ketinggalan, Badrun juga memperkenalkan hasil kekayaan alam lainnya yang ada di Kabupaten Parmout seperti produk olahan kelor yang dipresentasikan oleh pemerhati kelor dr. Agus S Hadi yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan Parmout.

Baca Juga :   Bawaslu Parmout Rakor Stakeholder PilGub 2020

Terkait tawaran pupuk organik, Badrun mengatakan, struktur wilayah di Kabupaten Parmout jauh berbeda dengan Korsel. Karena kebutuhan akan pupuk organik tersebut masih akan dikaji terlebih dahulu.

Wabup Badrun berharap, melalui pertemuan tersebut dapat  terjalin kesepakatan kerjasama di bidang pertanian, perkebunan, pertenakan perikanan dan kelautan dengan Pemerintah Korsel.

Diakhir rapat koordinasi, Pemerintah Korsel melalui juru bicaranhya Mr. Chan mengatakan, akan tetap berkomunikasi dengan Pemda Parmout terkait potensi yang dimiliki di bidang pertanian, perkebunan, pertenakan, perikanan dan kelautan.

“Nanti kita akan jadwalkan kembali pertemuan seperti ini, kemungkinan ada beberapa potensi yang bisa dilakukan kerjasama dan berharap perwakilan Pemerintah Parigi Moutong dapat berkunjung ke Korea Selatan,” harapnya. AJI

Komentar

News Feed