oleh

Hidayat: Jadikan Momentum HUT RI Bersatu Lawan Covid-19

SULTENG RAYA – Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh. Peribahasa lama tersebut masih sangat relevan untuk diterapkan di era sekarang. Terlebih, seluruh dunia, termasuk di Kota Palu, sedang menghadapi musuh tidak kasat mata, yakni Virus Corona alias Covid-19.

Melalui momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 Republik Indonesia, Wali Kota Palu, Hidayat, mengajak seluruh masyarakat di Kota Palu untuk memperkuat persatuan dan kesatuan dalam melawan Covid-19.

“Meski Kota Palu sudah dinyatakan sebagai daerah zona hijau Covid-19, namun ancaman Covid-19 masih sangat terbuka untuk masuk ke kota yang kita cintai ini, terutama dari berbagai daerah yang masih zona merah. Melalui momentum HUT Kemerdekaan RI ini, saya mengajak seluruh masyarakat Kota Palu kita perkuat komitmen bersatu melawan Covid-19 dengan cara selalu menerapkan protokol kesehatan,” kata Wali Kota Palu, Hidayat, Jumat (14/8/2020).

Meski Kota Palu sudah zona hijau, dengan jumlah pasien terkonfimasi positif Covid-19 dirawat sebanyak empat orang, namun hingga kini Pemkot Palu masih terus memperketat pemeriksaan pos lapangan di setiap pintu masuk Kota Palu bagi pelaku perjalanan menuju Kota Palu.

Langkah tersebut merupakan upaya Pemkot Palu menjaga masyarakat dari penyebaran Covid-19 dari luar Kota Palu. Langkah tersebut tidaklah cukup ampuh menahan penyebaran Covid-19 bila tanpa komitmen dari masyarakat Kota Palu untuk tetap menerapkan protokol kesehatan.

Baca Juga :   Angka Kesembuhan Covid-19 di Sulteng Terus Meningkat

“Mari kita tetap menggunakan masker, menjaga jarak dan rajin cuci tangan. Dengan begitu, insyaallah daerah kita akan tetap aman dari penyebaran Covid-19. Pada akhirnya, aktivitas ekonomi kita dapat pulih kembali,” ucapnya. 

Selain itu, melalui momentum HUT ke-75 RI, Wali Kota Hidayat juga mengajak seluruh masyarakat Kota Palu untuk terus merawat nilai dasar kebudayaan bangsa, yakni nilai toleransi, nilai kekeluargaan dan nilai kegotongroyongan. Hidayat meyakini, tiga nilai dasar kebudayaan bangsa tersebut jika dirawat, mampu menyelesaikan berbagai persoalan di masyarakat, termasuk dalam melawan Covid-19.

“Tiga nilai itulah (toleransi, kekeluargaan dan kegotongroyongan) jika dirawat dan dijaga, paling mujarab mengatasi berbagai persoalan yang ada di masyarakat, termasuk melawan Covid-19,” ucap Wali Kota Hidayat. 

Ia juga mengajak kepada seluruh masyarakat agar lebih cerdas dalam bermedia sosial (medsos). Jangan mudah mengkonsumsi apalagi membagikan informasi di medsos yang belum jelas sumber dan kebenarannya.

“Kita jangan mudah dipecah belah dengan informasi yang belum tentu kebenarannya. Hal itu bisa memberikan beban pikiran yang justru membuat imun atau daya tahan tubuh menurun. Sekali lagi, mari kita memperkuat persatuan dan kesatuan menyambut peringatan HUT ke-75 RI,” kata Hidayat.

Baca Juga :   Ops Zebra Ciptakan Situasi Lalulintas yang Tertib

Sebelumnya diberitakan, pelaksanaan upacara peringatan hari ulang tahun (HUT) Kemerdekaan RI tingkat Kota Palu tahun ini dikemas berbeda dengan upacara tahun-tahun sebelumnya.

Sekretaris Kota (Sekkot) Palu, Asri L Sawayah, mengatakan, selain jumlah peserta yang dibatasi, pelaksanaannya dipastikan mengikuti protokol kesehatan Covid-19.

“Jumlahnya (peserta upacara) lebih sedikit, karena harus ikut menerapkan protokol kesehatan Covid-19. Setiap peserta wajib jaga jarak sesuai protokol kesehatan Covid-19,” kata Sekkot Asri kepada Sulteng Raya, Kamis (13/8/2020).

Selain jaga jarak, para peserta upacara wajib menggunakan masker, mencuci tangan pakai sabun yang telah disediakan panitia pelaksana di pintu masuk.

“Berdasarkan hasil rapat dengan panitia pelaksana upacara peringatan HUT RI ke-75, panitia akan menyediakan masker untuk mengantisipasi adanya peserta yang lupa bawa masker,” jelas Asri.

Setelah mencuci tangan pakai sabun dan dipastikan pakai masker, semua peserta upacara juga akan diperiksa suhu tubuhnya menggunakan thermo gun.

Baca Juga :   Plt Wali Kota Sigit: Mari Bersama Wujudkan Palu Tanpa ATS

“Peserta dengan suhu tubuh di atas 38 derajat, dipastikan tidak boleh ikut upacara. Bahkan, dengan suhu tubuh seperti itu, akan ditangani langsung pihak medis untuk pemeriksaan lebih lanjut,” ucapnya.

Pada kesempatan itu, ia juga mengingatkan kepada seluruh masyarakat Kota Palu agar tetap menerapkan protokol kesehatan dalam setiap aktivitas, khsusnya di luar rumah. Meski jumlah pasien terkonfirmasi Covid-19 di Kota Palu tidak begitu tinggi, yakni hanya tiag orang berdomisili Kota Palu, namun hal tersebut harus tetap diwaspadai.

“Mari kita tetap waspada dengan terus menerapkan protokol kesehatan. Lebih baik kita mecengah,” tuturnya.

Diketahui, berdasarkan data Pusat Data dan Informasi (Pusdatina) Sulawesi Tengah, Jumat (14/8/2020), jumlah pasien terkonfirmasi positif masih dirawat di Kota Palu sebanyak empat orang.

Hingga kini, total kasus positif Covid-19 di Kota Palu sebanyak 50 kasus, terdiri dari 43 orang dinyatakan sembuh, tiga orang meninggal dunia dan empat orang lainnya masih dirawat, dua orang dirawat di Rumah Sakit Umum (RSU) Madani Palu, seorang lainnya dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Undata, sedangkan satu lainnya isolasi mandiri. HGA

Komentar

News Feed