oleh

Kemajuan IT Dapat Lunturkan Nasionalisme Pemuda

SULTENG RAYA- Kemajuan pesat teknologi digital saat ini membawa berbagai dampak perubahan. Kondisi tersebut juga berlaku untuk Indonesia yang sedang mempersiapkan diri sebagai negara ekonomi digital.

Namun,  perkembangan teknologi yang terjadi saat ini, membuat generasi muda Indonesia menjadi asing, dan seolah tidak peduli dengan lingkungan sekitarnya. Interaksi sosial yang sebelumnya terjadi secara tatap muka, kini telah berubah ke arah digital. Untuk itu diperlukan pemahaman tentang nilai-nilai kebangsaan dan rasa nasionalisme kepada pemuda agar  tidak melupakan identitas dan sejarah bangsa.

Hal tersebut diungkapkan Rektor Unismuh Palu, Dr. Rajindra, SE., MM menangkapi nasionalisme anak melenial di era digitalisasi, sehubungan HUT ke-75 Republik Indenesia.

Saat ini katanya, lebih dari 50 persen atau 143 juta orang terutama generasi muda terhubung dengan internet. Maka dari itu nasionalisme generasi muda dalam bidang teknologi harus ada.  “Di era digital ini, orang-orang rela mengeluarkan biaya seperti paket data internet atau memasang wi-fi untuk memperoleh informasi,”ungkap rektor, Kamis (13/8/2020).

Baca Juga :   Kemendikbud, Luncurkan Program Guru Belajar

Bahkan saat ini katanya, informasi sudah masuk ke dalam kebutuhan pokok. Kalau dulu kebutuhan pokok kita ada 3 yaitu sandang, pangan, dan papan, sekarang kebutuhan pokok bertambah jadi 4, yaitu sandang, pangan, papan, dan informasi. Hal ini terlihat dari jumlah pengguna internet di Indonesia yang terus meningkat sebesar 11 juta orang per tahunnya.

Pengguna internet dari kalangan pemuda di Indonesia berasal dari golongan usia 13 sampai dengan 34 tahun, di mana 87 persennya mengakses media sosial.  Hal ini menunjukkan bahwa pemuda Indonesia, telah melekat erat dengan dunia digital dalam kehidupan sehari-hari. Contoh kehidupan era digital antara lain Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

Baca Juga :   SMPN 14 Palu Berikan Subsidi Pulsa Gratis untuk Peserta Didik

Tapi sayangnya kata rektor, pemuda di era digital saat ini, belum bisa mengendalikan teknologi, malah  dikendalikan oleh teknologi. 

Perlu dipahami kata rektor, informasi diperoleh dari internet sangat beragam, baik informasi yang bersifat fakta maupun informasi yang menjurus pada kebohongan (hoax).  Bahkan tidak sedikit menjurus pada doktrin intoleransi dan radikalisme.

Oleh karena itu pengguna harus dapat menyaring informasi yang diterima agar tidak terjebak dalam arus informasi yang meruntuhkan jiwa nasionalisme kebangsaan. Salah satunya adalah ujaran kebencian dan berita hoax yang mudah sekali diakses.

Untuk itulah harus ada tindakan yang dilakukan, bukan hanya pemerintah melainkan juga institusi pendidikan, termasuk di dalamnya adalah Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Palu.

Di Kampus Biru Unismuh Palu sebut rektor, memiliki wadah yang dapat menanamkan dan menjaga jiwa nasionalisme mahasiswa  atau generasi melenial yang disebut Lembaga Pengembangan dan Pembinaan Al-Islam dan Kemuhammadiyaan (LP2AIK).

Baca Juga :   Pelaksanaan UTS di SMP Negeri Satu Palu Berjalan Lancar

Di lembaga ini tidak hanya mengajarkan nilai-nilai Islam sebagaimana tuntunan Alquran dan Hadis Nabi Muhammad SAW, melainkan juga menanamkan jiwa patriotik, kebangsaan, dan nasionalisme. “Untuk itulah pentingnya pembinaan, di lembaga inilah dilakukan pembinaan itu,”kata rektor.

Selain LP2AIK, juga ada organisasi kemahasiswaan yang lebih dikenal dengan nama Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM). Di organisasi ini mahasiswa ditempa sebagai kader bangsa yang memiliki jiwa nasionalisme dan kepemimpinan.

Pemuda kata rektor, perlu bentengi dari hal-hal yang dapat meruntuhkan jiwa nasionalismenya tanpa harus dijauhkan dengan Teknologi Informasi. “Tidak perlu dijauhkan, sebab itu adalah bagian dari tuntutan perkembangan zaman, hanya saja perlu ada diberi pemahaman,  agar mampu memanfaatkan  dengan baik dan mengendalikan, bukan dirinya yang dikendalikan oleh teknilogi informasi,”sebut rektor. ENG

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed